Arsip

Kisah Wabup Melkianus, Pernah Jadi Sopir Tanki CPO

Wabup Sintang Melkianus
Wabup Sintang Melkianus. Foto: DOK/ruai.tv
Advertisement

SINTANG, RUAI.TV – Wakil Bupati Sintang, Melkianus, tidak menyangka bakal menduduki kursi orang nomor dua di Bumi Senentang. Dia mengaku, segera akan pensiun setelah menuntaskan masa jabatan periode ketiga sebagai wakil rakyat.

Namun, “angin politik” bertiup di luar perkirannnya. Dia mendapat amanah untuk menjadi Wakil Bupati Sintang, mendampingi Bupati Jarot Winarno meneruskan masa jabatan 2021-2026.

“Justru setelah jadi wakil bupati, saya nyaris ndak pernah istirahat,” ujar Melkianus, Selasa (28/02/2023) saat menerima redaksi ruai.tv di ruang kerjanya.

Advertisement

Baca juga: Perampokan Bersenjata Tajam di Perumahan Sasar Ibu-ibu

Dengan jabatan ini, menghadiri hampir seluruh agenda Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) tingkat kecamatan. Dari 14 kecamatan di seantero Sintang, hanya di dua kecamatan yang dia tak bisa hadir.

Melkianus ingin selalu berada di lapangan, mengunjungi masyarakat, agar bisa mendengar langsung keluhan mereka. Padatnya agenda membuat waktunya semakin sempit walau hanya untuk sekadar menyalurkan hobi.

“Maka, saya sering kasih kode ke Pak Bupati. Kalau ada acara keluar Sintang, bolehlah sesekali saya yang pergi, pingin juga refreshing,” ucapnya sambil tertawa.

Baca juga: Bayi Perempuan Ditemukan dalam Kantong Plastik di Serdam

Dia bertutur luwes, sesekali menyelingi dengan tawa kecil dan geleng-geleng kepala, mengenang masa lalunya yang penuh warna. Sambil ngobrol, tak lupa dia meneguk kopi dari cangkir porselen putih di mejanya.

Munculnya Melkianus sebagai jawaban setelah beberapa saat posisi wakil bupati lowong. Sebab, wakil bupati sebelumnya, Yosep Sudiyanto, meninggal dunia.

Sudiyanto meninggal dunia dalam usia 60 tahun, karena sakit. Dia hanya sempat selama enam bulan menjalankan tugasnya sebagai wakil bupati. Duet Jarot-Sudiyanto merupakan pimpinan daerah hasil Pilkada 2020.

Baca juga: Boikot Pemilu di Serawai-Ambalau Dipicu Masalah Ini

“Saya tidak menyangka bakal menjadi wakil bupati. Dulu sewaktu masih muda, saya pernah menjadi supir truk mengangkut tanki CPO (crude palm oil, minyak sawit mentah),” kenang Melkianus.

Kala itu, dia bekerja sebagai karyawan sebuah perusahaan. Posisinya sebagai supir truk membuat dia berpengalaman dengan suka-duka menyusuri jalan rusak dengan muatan berat.

Nasib di dunia politik telah mengubah jalan hidupnya. Melkianus bergabung dengan Partai Golkar. Dia bertarung dalam perebutan kursi di DPRD Sintang pada 2009.

Baca juga: Kapal Motor Tabrak Pohon, 3 Warga Sanggau Ledo Tenggelam

Sejak saat itu, dia terpilih terus sebagai wakil rakyat, sehingga mencapai tiga periode. Rencananya, setelah selesai periode ketiga, sebenarnya dia sudah ingin beristirahat. Namun, situasi berubah cukup drastis.

Setelah Sudiyanto meninggal dunia, proses politik berlangsung di DPRD Sintang. Dua nama muncul sebagai calon pengganti. Melkianus dari Fraksi Golkar, dan Hardoyo dari Partai Persatuan dan Kesatuan Indonesia (PKPI).

Dulunya, duet Jarot-Sudiyanto diusung oleh gabungan partai politik, yakni PKB, Golkar, Nasdem, PPP, dan PKPI. Proses menemukan figur untuk pergantian antar waktu (PAW) wakil bupati memunculkan dua nama tersebut.

Baca juga: Serawai-Ambalau Ancam Gabung ke Melawi

Melkianus menang dengan 33 suara, sementara Hardoyo hanya enam suara. Maka, Melkianus terpilih untuk PAW wakil bupati, dengan dasar Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 132.61-5105 Tahun 2022.

Gubernur Kalbar, Sutarmidji, melantik Melkianus pada 13 Agustus 2022 di Balai Petitih Kantor Gubernur di Pontianak.

“Setelah jadi wakil bupati ini, saya cukup sering bolak-balik ngurus masyarakat yang dipanggil Polda, memberi keterangan untuk berbagai masalah hukum,” ujar Melkianus. (TS/RED)

Advertisement