Tak Terasa, Cap Go Meh Telah Berlalu…

Lampion di ruas Jl Gajah Mada Pontianak sebagai aksesoris yang selalu ada saat Imlek. Foto: Rayda Todi/ruai.tv

PONTIANAK, RUAI.TV – Tanpa terasa, rangkaian perayaan Imlek hingga puncaknya di hari ke-15 dengan Cap Go Meh, telah berlalu. Suasana pandemi memang tidak memungkinkan adanya perayaan meriah seperti tahun-tahun sebelumnya.

Jika Imlek jatuh pada 12 Februari 2021, maka Cap Go Meh sebagai puncak dirayakan pada 26 Februari. Umumnya di Kota Pontianak, sepanjang rentang itu, ruang publik meriah dengan aneka pertunjukan barongsai dan arak-arakan naga.

Baca juga: Nyalakan Petasan Saat Imlek, Ternyata Ini Maknanya

Terutama di hari puncak, festival digelar di jalanan kota. Tak saja atraksi bernuansa Imlek, pertunjukan lain pun kerap disertakan, seperti fashion show remaja dengan busana kreatif dari kertas.

Tahun ini, kemeriahan ini sama sekali tidak terasa. Banyak pihak memaklumi, pandemi tidak memungkinkan adanya perayaan meriah.

Baca juga: Imlek Saat Pandemi, Rekatkan Keluarga

Seorang warga Kota Pontianak, Julya (25), kepada ruai.tv, menuturkan, kebetulan saja dia dan keluarga jarang membaur dalam keramaian. Tidak saja di masa pandemi saat ini, tetapi di tahun-tahun sebelumnya.

“Biasa aku di rumah aja, paling lihat dari story atau kiriman temen-temen di Instagram. Karena aku tahu kalau turun ke jalan untuk nonton pasti ramainya minta ampun, dan macet di mana-mana,” kata pemilik nama Tionghoa You Li ini.

Baca juga: Imlek Pandemi, Saling Sapa Lewat Video Call

Dia dan keluarga lebih sering menikmati perayaan dengan makan bersama keluarga.

Sebelumnya, Dewan Pakar Majelis Adat Budaya (MABT) Kalimantan Barat, Andreas Acui Simanjaya, mengatakan, dalam kondisi pandemi yang tidak memungkinkan setiap orang bebas bepergian, berkumpul dengan keluarga inti yang serumah, tak akan mengurangi makna perayaan.

Baca juga: Misa Imlek, Ini Pesan Uskup Agung Pontianak

Anjuran pemerintah untuk menerapkan protokol kesehatan selayaknya dipatuhi.

“Kemajuan teknologi dan perkembangan media sosial telah menawarkan banyak kemudahan dalam berkomunikasi. Ini bisa jadi jalan tengah karena tak bisa jumpa dengan keluarga dan kerabat yang jauh,” kata Acui. (MEH/SVE)