Jumpa Jodoh di Ruang Tunggu, Kenangan Ajudan Mantan Wagub LH Kadir

Frans Zeno saat mendampingi Wagub Kalbar LH Kadir dalam kunjungan ke luar negeri. Foto: IST/ruai.tv

PONTIANAK, RUAI.TV – Frans Zeno, Penjabat Sekda Kabupaten Sekadau sekaligus Pelaksana Harian (Plh) Bupati Sekadau, memiliki kenangan tak terlupakan dengan Mantan Wakil Gubernur Kalimantan Barat LH Kadir.

Zeno berada bersama para pelayat lain di Rumah Duka St Michael RS Antonius, Pontianak. Laurentius Herman Kadir (79) atau yang populer dengan LH Kadir, meninggal dunia, Senin (01/03/2021) sekitar pukul 19.03 WIB.

Di tempat itu, Zeno memberikan penghormatan terakhir kali bagi sosok yang pernah dikawalnya semasa menjabat Wakil Gubernur Kalimantan Barat periode 2003-2008.

Baca juga: LH Kadir Tutup Usia: Mantan Wagub dan Penyusun Kamus Dayak Kantuk

“Saya bertemu jodoh justru di ruang tunggu Pak Wagub pada 2004 lalu,” tutur Zeno kepada ruai.tv

Dia menuturkan, setiap kali mengikuti misa di Gereja Katolik Keluarga Kudus Pontianak, mendiang LH Kadir selalu duduk di kursi yang sama. Sampai-sampai tak seorang umat pun menyadari, sosok yang selalu duduk di kursi itu merupakan Wakil Gubernur yang kala itu sedang menjabat.

Baca juga: Kalbar Terima Predikat Terbaik Penanganan Karhutla

“Barangkali karena sifat almarhum yang low profil, sederhana, dan tampil apa adanya, banyak orang tidak menyadari kalau beliau sedang ada bersama mereka,” kenang Zeno, yang merupakan putra asal Kabupaten Ketapang ini.

Karena pembawaannya yang low profile itulah, almarhum mudah diterima berbagai kalangan, lintas agama dan lintas etnis.

“Beliau suka makan kuetiaw kuah oukei di Jl Sudirman Pontianak. Tempat favorit lah,” ucap Zeno.

Baca juga: Frans Zeno Dorong Sinergitas Tangani Tiga Masalah di Sekadau

Sepintas bagi yang kurang mengenal LH Kadir secara dekat, sosoknya tampak serius, bahkan terkesan sulit bercanda. Namun sesungguhnya, Zeno mengenang, almarhum merupakan pribadi yang ramah, jarang marah, dan suka bercanda.

“Bahkan punya kelakar-kelakar yang bisa mengocok perut kami yang mendengarnya,” kata Zeno.

LH Kadir lahir di Tisi Temeru, Embaloh Hilir, Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat, 28 Mei 1941. Sang istri, Margaretta Maria, telah meninggal dunia pada 23 Juni 1999. (SVE)