Kritik di Medsos, Kades Rawak Hilir Ajak Warga Dialog

Kritik di Medsos, Kades Rawak Hilir Ajak Warga Dialog
Kepala Desa Rawak Hilir, mengundang warga Dusun Jabai berdialog, Jumat (11/06/2021), menanggapi unggahan di medsos yang menyatakan mosi tidak percaya kepadanya. Foto: IST/ruai.tv

SEKADAU, RUAI.TV – Warga di Dusun Jabai, Desa Rawak Hilir, Kecamatan Sekadau Hulu, mengkritik pembangunan di desa mereka dengan melakukan unggahan di media sosial (medsos).

Tokoh Pemuda setempat, Herianto, mengatakan, postingan itu sebagai bentuk ketidakpuasan warga terhadap Kepala Desa Rawak Hilir, Abdul Azis. Desa ini berada di wilayah Kabupaten Sekadau.

Herianto bahkan sempat memosting mosi tidak percaya melalui media sosial terhadap kepala desa. Mempersoalkan pembangunan infrastruktur jalan dari dan menusu Dusun Jabai.

Dia mengharapkan, postingan itu mendapat respon dari pemerintah desa. Kepala Desa Rawak Hilir pun memberi tanggapan. Dia mengundang warga untuk berdialog di kantornya.

Baca juga: Sungai Keruh Karena Limbah PETI, Ini Kata Camat Nanga Mahap

Maka, sejumlah warga Dusun Jabai mendatangi Kantor Desa Rawak Hilir, Jumat (11/06/2021).

Kritik di Medsos Soal Jalan

Herianto mengatakan, poin pokok yang mereka suarakan terkait infrastruktur jalan. Sebab, jalan menjadi sumber pokok bagi kehidupan masyarakat Dusun Jabai untuk meningkatkan ekonomi dan sumber daya manusia.

“Sekaligus untuk mempermudah akses anak-anak di Jabai ini menempuh pendidikan. Melalui pertemuan ini saya harap ada realisasi dari Pemerintah Desa Rawak Hilir,” kata Herianto.

Selain itu, Herianto mengkritisi pemangkasan anggaran akibat COVID-19 yang menjadi alasan Pemerintah Desa Rawak Hilir. Sebab alokasi anggaran untuk Dusun Jabai mengalami pemangkasan dan dialihkan ke bantuan sosial. Ini mengakibatkan, tidak ada pembangunan fisik.

“Seperti kami ketahui hanya Dusun Jabai yang tidak ada pembangunan fisik. Tapi berdasarkan RKPDes tertuang dialokasikan anggaran Rp11 juta untuk penimbunan jalan, tapi kami tidak tahu kapan realisasinya,” ujar Herianto.

Baca juga: Tanaman Endemik, Budidaya 600 Lebih Bibit Mulai di Teraju