KUBU RAYA, RUAI.TV – Aktivitas transportasi sungai di Dermaga Rasau Jaya, Kecamatan Rasau Jaya, Kabupaten Kubu Raya, mengalami gangguan serius akibat kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) subsidi jenis solar. Kondisi tersebut menghentikan operasional puluhan motor tambang yang selama ini menjadi sarana utama mobilitas masyarakat pesisir, Minggu (17/5/2026).
Pantauan di lokasi menunjukkan perubahan signifikan pada aktivitas dermaga. Area yang biasanya ramai penumpang serta kegiatan bongkar muat tampak lengang. Sejumlah kapal motor tambang bersandar tanpa aktivitas, sementara seluruh lintasan utama dilaporkan berhenti beroperasi karena keterbatasan pasokan solar.
Gangguan operasional tersebut memutus jalur transportasi penting yang menghubungkan sejumlah wilayah pesisir. Rute Rasau Jaya–Batu Ampar–Teluk Batang, Rasau Jaya–Padang Tikar, Rasau Jaya–Paket 5, hingga Rasau Jaya–Sungai Pandan terdampak secara langsung. Jalur-jalur ini selama ini menopang mobilitas warga serta distribusi barang kebutuhan pokok.
Sejumlah armada yang berhenti beroperasi antara lain KM Arif Azzam Jaya, KM Nabila 05, KM Bintang Fortuna, KM Laut Perkasa, KM Sinar Indah, KM Sri Indah, KM Jaga Hati, KM Pesisir, dan KM Polewali 07. Kapal-kapal tersebut memegang peran penting dalam mendukung aktivitas ekonomi masyarakat pesisir Kubu Raya dan wilayah sekitarnya.
Seorang pengusaha motor tambang mengungkapkan tekanan operasional akibat tingginya harga solar di lapangan. “Solar merupakan kebutuhan utama operasional motor tambang. Saat ini harga solar di tingkat pengecer mencapai Rp16 ribu per liter, sementara tarif angkutan penumpang tidak ada kenaikan,” ujarnya.
Keterangan tersebut menunjukkan ketidakseimbangan antara biaya operasional dan pendapatan. Kondisi ini mendorong sejumlah pengusaha menghentikan operasional karena biaya tidak tertutupi.
Pengusaha angkutan motor tambang lainnya, Mardian, menyoroti distribusi BBM pada tingkat pengecer sebagai sumber persoalan. “Yang perlu diperketat itu pengecer, karena pengecer yang menaikkan harga terlalu tinggi. Kalau dari SPBU sebenarnya solar aman-aman saja dan tidak ada kenaikan harga,” tegasnya.
Pernyataan tersebut memperlihatkan adanya perbedaan harga antara jalur distribusi resmi dan tingkat pengecer. Lemahnya pengawasan pada rantai distribusi memicu lonjakan harga di lapangan dan menyulitkan pelaku usaha transportasi sungai memperoleh solar dengan harga wajar.
Keterbatasan pasokan solar serta tingginya harga mendorong banyak pengusaha memilih menghentikan operasional sementara. Keputusan tersebut berdampak langsung terhadap layanan transportasi masyarakat yang bergantung pada jalur sungai.
Kelangkaan BBM tidak hanya memengaruhi sektor transportasi, tetapi juga menghambat aktivitas ekonomi masyarakat pesisir. Distribusi kebutuhan pokok, hasil perikanan, serta mobilitas warga antarwilayah mengalami gangguan karena transportasi sungai menjadi akses utama.
Warga pesisir menghadapi keterbatasan akses dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari. Kondisi tersebut memicu kekhawatiran terkait kelancaran distribusi logistik dan stabilitas ekonomi lokal. Masyarakat dan pelaku usaha kemudian meminta perhatian serius dari pemerintah daerah agar segera menghadirkan solusi.
Menanggapi kondisi tersebut, Pemerintah Kabupaten Kubu Raya mengambil langkah penanganan melalui koordinasi dengan berbagai pihak. Upaya tersebut melibatkan pengelola transportasi, pemilik armada, serta instansi terkait guna memastikan kelancaran distribusi BBM dan operasional transportasi sungai.
Bupati Kubu Raya, Sujiwo, melakukan peninjauan langsung ke Dermaga Rasau Jaya, Selasa (19/5/2026). Kunjungan tersebut bertujuan memastikan kondisi lapangan serta memantau hasil koordinasi yang telah berjalan.

Dalam peninjauan tersebut, Bupati didampingi Sekda Kubu Raya Yusran Anizam, perwakilan Komando Daerah TNI Angkatan Laut XII, Polres Kubu Raya, serta sejumlah kepala organisasi perangkat daerah. Pemerintah daerah memastikan aktivitas penyeberangan penumpang dan distribusi barang kembali berjalan.
Sujiwo menyampaikan hasil koordinasi menunjukkan perbaikan kondisi operasional. “Alhamdulillah, setelah dilakukan komunikasi dan penyelesaian, angkutan motor tambang sudah kembali beroperasi normal. Kami akan terus memastikan pelayanan transportasi untuk masyarakat tetap berjalan baik,” ujarnya.
Pernyataan tersebut menegaskan keberhasilan komunikasi antara pemerintah daerah dan pelaku transportasi dalam menyelesaikan persoalan sementara. Motor tambang pada lintasan Rasau Jaya–Batu Ampar kembali melayani penumpang dan angkutan barang.
Aktivitas bongkar muat di dermaga mulai berlangsung normal, sementara masyarakat kembali menggunakan layanan transportasi tanpa hambatan signifikan. Para pengemudi dan pemilik motor tambang juga menyatakan kesiapan untuk melanjutkan operasional secara berkelanjutan.
Langkah penanganan mencakup penguatan koordinasi distribusi BBM serta peningkatan pengawasan pada rantai penyaluran hingga tingkat pengecer. Pemerintah daerah membuka ruang dialog dengan pelaku usaha guna memastikan kebutuhan operasional transportasi terpenuhi.
Selain itu, pemerintah daerah menegaskan komitmen untuk menjaga stabilitas transportasi sungai melalui kebijakan yang mendukung sektor tersebut. Transportasi sungai memiliki peran strategis dalam menghubungkan wilayah pesisir yang belum terjangkau akses darat secara optimal.
Perbaikan kondisi operasional memberikan dampak positif terhadap aktivitas ekonomi masyarakat. Distribusi barang kebutuhan pokok serta hasil perikanan kembali berjalan, sementara mobilitas warga antarwilayah kembali lancar.
Pemerintah Kabupaten Kubu Raya terus memantau perkembangan situasi guna mencegah gangguan serupa kembali terjadi. Upaya tersebut menjadi bagian dari langkah menjaga stabilitas ekonomi masyarakat pesisir serta memastikan layanan transportasi tetap tersedia secara berkelanjutan.















Leave a Reply