Arsip

Swalayan Korban si Jago Merah Miliki 50 Karyawan. Rilis Polisi, Saksi: Sudah Seminggu lalu Bau-bau Hangus di Area Kain

Pusat perbelanjaan ritel berlantai tiga Swalayan Kaisar Siantan, Kecamatan Pontianak Utara, terbakar, Rabu (27/03/2024). (Foto/ruai.tv)
Advertisement

PONTIANAK, RUAI.TV  – Kebakaran pusat perbelanjaan ritel berlantai tiga Swalayan Kaisar Siantan, di Jalan Situt Mahmud, Pontianak Utara, Kalimantan Barat, rabu (27/03/2024) sekitar pukul 07.30 WIB menyebabkan banyak kerugian.

Meski sampai sehari setelah kebakaran kerugian belum dapat dihitung. Namun barang-barang yang dijual di lantai dua dan yang tersimpan di lantai tiga ludes dilahap si jago merah.

Barang tersebut berupa pakaian, perabot rumah tangga dan barang kebutuhan rumah tangga lainnya.

Advertisement

Manager Swalayan Kaisar Siantan, Novemrino (40) mengatakan, belum diketahui jumlah kerugian.

“Kami masih kemas-kemas barang, belum ada dihitung berapa kerugian.” Katanya, saat berjibaku bersama karyawan mengemas barang-barang yang ada di lantai dasar bangunan, Kamis (28/03/2024) pukul 10.43 Wib.

Terpantau, Novemrino dan puluhan karyawan memuat barang-barang yang dijual di lantai dasar ke sebuah mobil untuk dipindahkan ke tempat lain untuk sementara waktu.

Terlihat barang-barang di depan pintu lantai dasar menumpuk terutama yang tidak terbakar, namun kondisi barang dan ruangan terdampak air ketika upaya pemadaman saat insiden kebakaran.

“Karyawan kami pas 50 (lima puluh) orang pak,” kata Novemrino.

Belum dapat dipastikan berapa hari waktu untuk mengemas barang-barang yang ada di lantai dasar itu.

“Belum tahu berapa lama kemas ini pak,” kata Andreas, petugas keamanan swalayan tersebut.

Novemrino dan Andreas belum mengetahui penyebab kebakaran yang mempekerjakan 50 orang karyawan tersebut.

Kepala Polisi Sektor Pontianak Utara, AKP. Suryadi merilis dari hasil pengembangan tim di lapangan dan hasil pemeriksaan terhadap beberapa saski atas insiden itu.

Kepada Polisi saksi atas Veiny Putri Rahmatunnisa menerangkan bahwa, pada hari rabu, (27/03/2024) sekitar pukul 07.30 WIB Putri hendak masuk kerja ship pagi, datang dan melakukan absensi di lantai bawah.

Kemudian, kepada Polisi, Putri mengaku, setelah absensi langsung naik ke lantai 2 untuk melakukan aktifitas pekerjaan.

Kemudian pada saat Putri naik ke lantai 2 dan melihat kobaran api yang sudah besar di area jualan pakaian.

Putri yang disebut sebagai saksi pertama dalam rilis kepolisian ini melihat kobaran api yang sudah membesar sehingga langsung berteriak memanggil temannya atau saksi 2 dalam rilis polisi, bahwa telah terjadi kebarakan dan meminta bantuan untuk memadamkan api tersebut.

Putri juga mengaku kepada Polisi, bahwa Sekitar satu minggu yang lalu telah mengendus bau hangus di sekitaran titik api tersebut.

Kepada Polisi saksi lain bernama Mustar (51) juga mengaku sumber api berasal dari area penjualan pakaian di lantai 2 tersebut.

Mustar berlari ke lantai 2 setelah dipanggil rekan kerjanya atau saksi pertama, Veiny Putri Rahmatunnisa.

Kedua saksi berlari meminta bantuan kepada karyawan lainnya untuk berusaha memadamkan api menggunakan alat seadanya serta meminta bantuan damkar terdekat.

Sejak kejadian pukul 07.30 WIB rabu pagi itu, api baru dapat dipadamkan sekitar pukul 11.10 WIB oleh 11 komunitas atau satuan pemadam kebakaran di Kota Pontianak dan sekitarnya, dengan menerjunkan puluhan armada tempur untuk melumpuhkan si jago merah.

Berkat pasukan pantang pulang sebelum padam itu, api tidak menjalar ke bangunan lain disekitarnya, selain hanya sedikit terdampak dinding dan plapon Bank Kalbar Capem Siantan bagian lantai 3.

Berikut Pemadam Kebakaran yang terjung ke lokasi kejadian:

– Pemadam kebakaran BPAS

– Pemadam Kebakaran Darma Putra

– Pemadam kebakaran Bhakti 28

– Pemadam RPKSH

– Pemadam BPADP

– Pemadam Panca Bakti

– Pemadam Mandiri

– Pemadam PKSR Pemadam BPA Sui Kakap

– Pemadam Mitra Bhakti

– Pemadam Siaga

– Pemadam Bhakti Raya

Pemilik Swalayan Kaisar Siantan tersebut adalah seorang wirausaha, Toni Chun Marbun (57) yang beralamat di Kelapa gading Jakarta.

Beruntung dalam kebakaran tersebut tidak ada korban jiwa. Sedangkan kerugian belum dapat ditaksir. (RED)

Advertisement