Arsip

Kebakaran Gambut Merembet ke Makam Katolik, Belasan Nisan Salib Terbakar

Area makam Katolik di Dusun Lintang Batang yang terdampak rembetan Karhutla. Foto: ruai.tv/dok

KUBU RAYA, RUAI.TV – Rentetan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) hebat yang melanda kawasan Dusun Lintang Batang, Kecamatan Sungai Ambawang di lintas Trans Kalimantan belum terkendali. Kejadian bemula pada Minggu (30/08/2026) yang berlanjut hingga Senin (31/08/2026), tak hanya menghanguskan sebuah rumah warga, tapi juga merambah pemakaman Katolik setempat. 

Pantauan Ruai TV di lokasi, setidaknya 12 buah nisan salib gosong terbakar. Asap juga masih terus mengepul di sejumlah area makam. Tanah tempat berpijak terasa hangat, karena bara api masih menyala di bawah permukaan gambut. 

Dusun Lintang Batang merupakan bagian dari Desa Teluk Bakung, Kabupaten Kubu Raya (KKR). Sejak Minggu malam, kepulan asap pekat muncul dari wilayah ini, mengakibatkan sejumlah warga dan relawan harus mendapat perawatan darurat akibat sesak pernafasan. 

Advertisement

Baca juga: 

Netizen Msia “Semprot” RI Soal Kabut Asap: Tetangga Macam Apa Anda! 

Warga setempat bersama petugas gabungan terus berupaya melakukan aksi pemadaman secara manual. Dengan peralatan seadanya, mereka bergotong-royong menyiramkan air ke titik-titik api yang masih menyala di atas permukaan tanah pemakaman. 

“Kami berusaha memadamkan api dengan alat seadanya. Mengambil air dan lumpur dari parit,” ujar Leonardus Liman.

Leonardus mengungkapkan kekhawatiran masyarakat sekitar, karena api yang “terkurung” di bawah gambut, sewaktu-waktu bisa menyala dan menjalar hingga ke pemukiman. 

Baca juga: 

Karhutla “Mengamuk” di Lintang Batang, Rumah Sukandar Tinggal Puing 

Suaca ekstrem dan keringnya lahan gambut membuat, kobaran api dengan cepat merembet. Lalu lintas jalur Trans Kalimantan ikut terdampak karena buruknya jarak pandang. 

Upaya penyelamatan makam keluarga ini menghadapi kendala besar. Proses pemadaman berjalan lambat karena ketersediaan sumber air di sekitar lokasi yang sangat terbatas akibat kemarau panjang. 

Ototitas provinsi menyebut, pengerahan helikopter untuk operasi bom air atau water bombing masih terkendala buruknya jarak pandang. Namun, operasi pemadaman darat dan udara kini diprioritaskan ke kawasan Lintang Batang. (red/cm/ec)

Advertisement