SEKADAU, RUAI.TV – Antrean panjang mewarnai sebuah pangkalan LPG subsidi 3 kilogram di Jalan Merdeka Timur Nomor 85, Desa Mungguk, Kecamatan Sekadau Hilir, Kabupaten Sekadau, Kamis (13/8/2026).
Puluhan warga rela mengantre demi memperoleh gas bersubsidi yang semakin sulit mereka temukan dalam beberapa waktu terakhir.
Antrean bahkan meluas hingga ke bahu jalan. Kondisi tersebut memicu keluhan warga yang mengaku kesulitan memperoleh LPG 3 kilogram dengan harga sesuai ketentuan.
Sejumlah warga menyebut harga gas pada tingkat pangkalan mencapai Rp20 ribu per tabung. Bahkan, beberapa pangkalan mematok harga hingga Rp25 ribu per tabung atau melampaui Harga Eceran Tertinggi (HET).
“Harga ambil di pangkalan sekarang Rp20 ribu per tabung. Ada yang Rp25 ribu di pangkalan,” ujar seorang warga berinisial EV.
Warga juga menyoroti pola penyaluran LPG subsidi yang mereka nilai belum berpihak kepada kebutuhan rumah tangga. Mereka menduga sebagian distribusi berlangsung pada malam hari dan lebih banyak mengarah kepada pengecer. Akibatnya, masyarakat yang mencari gas pada siang hari sering kali tidak memperoleh stok.
“Kalau mau diaudit, sekitar pukul 17.00 sampai 18.00 Wib selalu ada pembongkaran untuk pengecer. Sisanya baru diberikan kepada rumah tangga, sehingga masyarakat selalu kesulitan mendapatkan gas,” katanya.
Keluhan tersebut mendapat respons dari Anggota DPRD Kabupaten Sekadau, Paulus Subarno. Ia meminta instansi terkait meningkatkan pengawasan terhadap distribusi LPG subsidi agar penyaluran benar-benar menyasar masyarakat yang berhak.
“Saya minta dinas terkait turun tangan untuk memantau dan mengatur pendistribusiannya agar masyarakat yang mendapatkan gas subsidi benar-benar tepat sasaran,” tegasnya.
Paulus juga menanggapi dugaan penjualan LPG subsidi yang melampaui HET. Menurutnya, peningkatan permintaan dan keterbatasan pasokan memang dapat memengaruhi harga. Meski demikian, ia mengingatkan seluruh pihak agar tetap mematuhi aturan yang berlaku.
“Kalau harga naik, itu merupakan konsekuensi ketika permintaan meningkat. Namun, harga harus tetap sesuai ketentuan,” ujarnya.
Hingga berita ini terbit, pemilik pangkalan yang menjadi lokasi antrean belum memberikan keterangan meskipun ruai.tv telah mengirim pertanyaan melalui pesan WhatsApp.(ts)















Leave a Reply