SINTANG, RUAI.TV – Fenomena pasir timbul yang muncul di sejumlah titik Sungai Kapuas di Kabupaten Sintang saat musim kemarau menjadi daya tarik bagi masyarakat untuk berwisata dan beraktivitas. Fenomena alam ini mendadak menjadi objek wisata yang ramai dikunjungi oleh warga ketika debit air sungai mengalami penurunan signifikan.
Suasana ramai pengunjung tersebut, di antaranya terlihat pada Sabtu (15/08/2026). Menjelang sore hari, banyak warga berbondong-bondong datang untuk berwisata di hamparan pasir timbul yang terletak di Kelurahan Ladang, Kecamatan Sintang.
Banyak warga datang hanya untuk bersantai menikmati sore, maupun membawa anak-anak mereka bermain pasir di area tersebut. Anak-anak asyik bermain pasir dan sepak bola, beberapa di antaranya bersantai di warung dadakan yang menjamur di area itu.
Baca juga:
Wisatawan Padati Objek Wisata Arung Jeram Rantau Kalis Saat Libur Lebaran
Di balik daya tarik wisata dadakan ini, masyarakat diminta untuk tetap menjaga aspek keselamatan dengan ketat. Hal ini dikarenakan kondisi dasar Sungai Kapuas yang tidak merata serta adanya arus air yang cukup kuat di beberapa titik tertentu.
Wakil Ketua DPRD Kabupaten Sintang, Sandan, mengingatkan warga agar selalu waspada. Sebab kondisi pasir timbul tetap berpotensi bahaya, seperti kecelakaan yang dapat terjadi kapan saja di sungai.
Kerawanan ini terutama mengintai anak-anak yang bermain di hamparan pasir tanpa adanya pengawasan langsung dari orang tua.
Baca juga:
Naik Dango Pontianak Tarik Wisatawan Malaysia, Tembus Panggung Internasional
“Jangankan anak-anak yang belum bisa berenang, orangtua juga bisa jadi korban. Arus airnya masih deras dalam kondisi kemarau. Jangan hanya karena murah dan lokal, lalu tidak waspada, bisa fatal akibatnya,” ucap Sandan.
Seorang warga setempat, Maulana, mengatakan, sejak fenomena pasir timbul sepanjang kemarau, jumlah pengunjung semakin hari semakin bertambah. Selain dari masyarakat setempat, juga dari warga dari tempat lain yang berlalu lalang di kawasan itu.
“Saya perhatikan banyak yang lalu lalang, kemudian penasaran, lalu mampir. Tapi jangan sampai saking asyiknya, lalu lupa dengan bahaya. Apalagi yang berkunjung buka hanya orang sini,” ujar Maulana. (red/tio)















Leave a Reply