Sungai Keruh Karena PETI, Warga Iuran Rp 550 Ribu Bangun Saluran Air Bersih

Kondisi Sungai Senaot (kiri) yang bertemu muara dengan Sungai Mahap (kanan) dengan kondisi air yang keruh. Foto: IST/ruai.tv

SEKADAU, RUAI.TV – Warga Dusun Soket, Desa Nanga Mahap, Kecamatan Nanga Mahap, Kabupaten Sekadau, membangun sumber air bersih untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

Tokoh masyarakat Desa Nanga Mahap, Naser, mengatakan, pembangunan fasilitas sumber air bersih ini harus dilakukan karena air Sungai Senaot keruh pekat. Sementara sungai itu merupakan sumber air utama bagi warga untuk keperluan mandi dan cuci.

Baca juga: Pertemuan Warga Tanjung Priok dan Pelaku PETI, Ini Hasilnya

Keruhnya air Sungai Senaot, diduga akibat aktivitas aktivitas penambangan emas tanpa izin (PETI) di daerah perhuluan, yakni di Desa Nanga Suri.

Pembangunan sumber air dilakukan secara swadaya. Untuk membeli pipa pembangunan sumber air bersih, warga mengumpulkan iuran sebesar Rp 550 ribu per kepala keluarga (KK).

Baca juga: Pekerja PETI Kabur Saat Tim Gabungan Lakukan Patroli

Ada sebuah sungai kecil di dekat dusun, di daerah berbukit, bernama Sungai Soket. Warga menjadikannya sumber air, dengan membuat bendungan. Kemudian, dari bendungan itu, aliran ke dusun menggunakan sambungan paralon.

“Inilah masyarakat Dusun Soket, kerja bakti memasang paralon untuk mendapat air bersih karena Sungai Senaot sudah tercemar pekerjaan PETI di Desa Nanga Suri,” kata tokoh masyarakat Dusun Soket, Naser yang disampaikan ke redaksi ruai.tv, Senin (12/04/ 2021).

Baca juga: Datangi Kantor Camat, Warga Desak Penertiban PETI di Nanga Mahap

Dahulu, air Sungai Senaot tidak pernah tercemar seperti saat ini. Kondisi itu kerap dikeluhkan masyarakat, bahkan telah disampaikan ke aparat keamanan. Hingga saat ini, belum ada perubahan berarti, dibuktikan masih keruhnya air sungai.

Sementara itu, Kepala Desa Nanga Mahap, Saherman juga mengeluhkan kondisi Sungai Senaot yang saat ini tercemar. Dia menggunggah foto kondisi sungai di akun facebook, Selasa (13/04/2021) dan menulis caption bernada sindiran.

Baca juga: Warga 3 Desa di Sekadau Hulu Desak Penertiban PETI

“Asliee, menakjubkan pemandangannya, apa karena yang berulah tak melek UU, atau sudah kebal hukum atau hukum yang sudah dilemahkan sehingga membutakan mata hati nya tanpa pernah memikirkan dampak kepada orang lain,” tulisnya.

Sungai Senaot yang tercemat saat ini, berada tak jauh dari pusat Kecamatan Nanga Mahap. Muaranya bahkan terhubung dengan Sungai Mahap yang selama ini digunakan masyarakat di pesisir Dusun Tanjung untuk keperluan mandi, mencuci, dan masak.

Baca juga: Kapolsek Nanga Mahap Ajak Masyarakat Bantu Tertibkan PETI

Pada 17 Maret lalu, warga dari Desa Nanga Mahap dan Batu Pahat menggelar aksi di Kantor Camat Nanga Mahap, menolak aktivitas PETI yang mencemari Sungai Sekadau, Sungai Mahap dan Sungai Senaot.

Dua pekan pasca aksi tersebut, Polsek Nanga Mahap beserta jajaran melakukan patroli di lokasi PETI. Dari patroli itu petugas tidak menemukan pekerja di lokasi. Hanya mengamankan sejumlah alat tambang dan langsung dimusnahkan dengan cara dirusak dan dibakar. (TS)