Pertemuan Warga Tanjung Priok dan Pelaku PETI, Ini Hasilnya

Warga Dusun Tanjung Priok, Desa Inggis, saat melakukan rapat menolak aktivitas PETI, Selasa, (6/4/2021) malam. Foto: IST/ruai.tv

SANGGAU, RUAI.TV – Puluhan mesin fuso diketahui berada di wilayah Sungai Kapuas di Dusun Tanjung Priok, Desa Inggis, Kecamatan Mukok. Beredar informasi, mesin-mesin itu dipersiapkan untuk melakukan penambangan emas tanpa izin (PETI).

Baca juga: IPW Tanggapi Surat Kapolri Tentang Peliputan Kekerasan

Kepala Desa Inggis, Sunardi, Rabu (07/04/2021) mengatakan, mesin-mesin itu sudah berada di sana sejak tiga hari terakhir. Menyikapi hal itu, sejumlah warga Dusun Tanjung Priok, Desa Inggis menggelar rapat yang dipimpin oleh Sunardi.

Baca juga: Warga Dusun Terindak Ditemukan Tewas Gantung Diri

Dalam rapat yang digelar Selasa, (6/4/2021) malam itu, Sunardi didampingi Badan Permusyawaratan Desa (BPD). Bahkan, pihak penanambang emas juga turut hadir.

Baca juga: 110 Polisi Siaga Amankan Hitung Ulang Suara Belitang Hilir dalam Pilkada Sekadau

“Hasil keputusan rapat bersama, warga menolak adanya aktivitas PETI di aliran Sungai Kapuas yang ada di Dusun Tanjung Priok,” kata Sunardi.

Baca juga: Diduga Akibat Puntung Rokok, Gudang Kerajinan Rotan Terbakar

Berita Acara (BA) dari rapat tersebut ditembuskan kepada Bupati, Kapolres, Dandim dan Kajari Sanggau. Dia menjelaskan, alasan warga menolak aktivitas PETI di lokasi tersebut karena mengakibatkan banyak kerusakan lingkungan hidup.

Baca juga: Cabuli 10 Penari, Pemilik Sanggar di Bengkayang Terancam Kebiri

Di antaranya berpotensi mengakibatkan tanah longsor, tumbangnya pohon-pohon di pinggir sungai, dan pencemaran karena limbah. Lokasi itu juga dekat dengan permukiman warga Dusun Tanjung Priok. (BOB)