PONTIANAK, RUAI.TV – Video yang memperlihatkan sejumlah orang mengejar petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Pontianak saat melakukan penertiban pemain layang-layang viral di media sosial.
Peristiwa tersebut memunculkan informasi yang menyebut seorang anggota Satpol PP menjadi korban pengeroyokan.
Kepala Satpol PP Kota Pontianak, Ahmad Sudiyantoro, membantah kabar tersebut. Ia menegaskan tidak ada anggota yang menjadi korban pengeroyokan saat petugas menjalankan penertiban.
Menurut Ahmad, seluruh personel yang terlibat dalam kegiatan tersebut berada dalam kondisi baik. Ia memastikan informasi yang beredar di tengah masyarakat tidak sesuai dengan fakta yang terjadi di lapangan.
“Informasi yang menyebut anggota Satpol PP menjadi korban pengeroyokan tidak benar. Kondisi anggota kami baik dan tidak mengalami kejadian seperti yang beredar,” kata Ahmad Sudiyantoro, di kkonfirmasi ruai.tv, Jumat (14/8).
Ia menjelaskan, gesekan antara petugas dan masyarakat dapat terjadi ketika personel menjalankan tugas penegakan ketertiban umum. Namun, situasi tersebut tidak berkembang menjadi tindakan pengeroyokan seperti yang ramai diperbincangkan.
Ahmad juga menegaskan tidak ada rasa permusuhan dari anggota Satpol PP terhadap pihak yang terlibat dalam insiden tersebut. Kedua belah pihak telah menyelesaikan persoalan itu melalui musyawarah.
“Kami memilih menyelesaikan persoalan ini secara baik. Kedua belah pihak sudah sepakat mengakhiri permasalahan dan berdamai,” ujarnya.
Satpol PP Kota Pontianak secara rutin melaksanakan penertiban permainan layang-layang di sejumlah wilayah. Langkah tersebut bertujuan menjaga ketertiban umum sekaligus meminimalkan potensi gangguan terhadap keselamatan masyarakat.
Sepanjang Juli 2026, Satpol PP Kota Pontianak juga melaksanakan penertiban di sejumlah titik dan mengamankan sejumlah layang-layang sebagai bagian dari upaya pengawasan di lapangan. (dig/san)















Leave a Reply