PONTIANAK, RUAI.TV – Musim kemarau membuat kebutuhan air bersih rumah sakit di Kota Pontianak semakin tinggi. Kondisi ini terutama menyangkut layanan hemodialisis atau cuci darah yang membutuhkan air dalam jumlah besar serta memenuhi standar mutu tertentu.
Direktur RSU Yarsi Pontianak, Carlos Djaafara, mengatakan layanan pasien gagal ginjal sangat bergantung pada ketersediaan air bersih.
Setiap pasien membutuhkan sekitar 250 hingga 300 liter air selama proses cuci darah yang berlangsung sekitar empat jam.
“Untuk satu orang selama empat jam cuci darah, membutuhkan air bersih dengan kadar yang sudah ditentukan, sekitar 250 sampai 300 liter per pasien,” kata Carlos, Sabtu 19 September 2026.
RSU Yarsi melayani sekitar 40 hingga 48 pasien cuci darah setiap hari. Layanan berlangsung dalam dua sesi, mulai pukul 06.00 hingga 12.00, lalu berlanjut sekitar pukul 12.00 hingga 17.00.
Carlos menghitung kebutuhan air untuk layanan hemodialisis mencapai sedikitnya delapan ton setiap hari. Menurutnya, kebutuhan tersebut menjadi sangat vital karena pasien gagal ginjal harus menjalani cuci darah secara rutin, bahkan ada pasien yang menjalani layanan dua kali dalam sepekan.
“Tidak mungkin kita melakukan cuci darah tanpa air bersih. Kita olah lagi melalui RO supaya proses cuci darah bisa menjamin keselamatan pasien. Kita utamakan mutu dan keselamatan pasien,” ujarnya.
Selain hemodialisis, rumah sakit juga membutuhkan air untuk mencuci instrumen medis sebelum proses sterilisasi serta mendukung layanan kamar operasi.
Carlos mengatakan RSU Yarsi masih mengandalkan pasokan Perumda Air Minum Tirta Khatulistiwa untuk kebutuhan tertentu. Namun, saat pasokan air menghadapi kendala, sejumlah pihak ikut membantu memenuhi kebutuhan air bagi layanan rumah sakit.
Sementara itu, Direktur Utama Perumda Air Minum Tirta Khatulistiwa, Abdullah, mengatakan pihaknya sejak 26 Agustus 2026 terus memprioritaskan kebutuhan air bagi rumah sakit yang melayani pasien cuci darah.
“Yang pasti kami prioritaskan itu dulu, rumah sakit-rumah sakit. Karena di rumah sakit kan itu sudah terjadwal. Ada pasien yang cuci darahnya seminggu dua kali, ada yang seminggu tiga kali,” kata Abdullah.
Abdullah mengatakan Perumda Air Minum Tirta Khatulistiwa bersama PMI ikut menyalurkan air untuk sejumlah rumah sakit dan fasilitas kesehatan yang memiliki layanan cuci darah, antara lain RS Sudarso, Rumah Sakit Kota, RS Yarsi, rumah sakit Untan, serta sejumlah klinik yang ada fasilitas cuci darah.
Menurut Abdullah, kebutuhan air pada fasilitas layanan cuci darah cukup besar. Ia menyebut salah satu rumah sakit dapat melayani sekitar 72 kali tindakan cuci darah dalam satu hari dengan kebutuhan air mencapai sekitar 26 meter kubik per hari.
Kondisi tersebut membuat kelancaran pasokan air bersih menjadi bagian penting dalam menjaga kesinambungan layanan pasien gagal ginjal selama musim kemarau. (mar/ts/dig)















Leave a Reply