KETAPANG, RUAI.TV – Pemerintah Kabupaten Ketapang menerima dukungan peralatan pemadam kebakaran dari Perkebunan Sinar Mas Kalimantan Barat untuk memperkuat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah.
Bantuan tersebut terdiri atas dua unit nozel pemadam kebakaran, dua unit mesin pompa, serta enam roll selang hydrant yang diserahkan kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ketapang.
Bupati Ketapang Alexander Wilyo mengatakan, penanganan karhutla membutuhkan keterlibatan berbagai pihak. Pemerintah daerah, kata dia, tidak dapat menangani persoalan tersebut secara sendiri.
“Apa yang terjadi saat ini tidak hanya membutuhkan peran pemerintah daerah, namun semua pihak, termasuk pihak perusahaan. Kita perlu bersama-sama mengambil peran dalam menanggulangi karhutla yang semakin meluas di beberapa wilayah,” ujar Alexander, Jumat (4/9).
Menurut Alexander, keberadaan peralatan pemadam sangat membantu tim yang saat ini menjalankan tugas penanganan karhutla di lapangan. Ia berharap dukungan serupa juga muncul dari perusahaan lain yang beroperasi di Kabupaten Ketapang.
“Bantuan yang diberikan saat ini sangat dibutuhkan oleh tim di lapangan. Apa yang dilakukan oleh Perkebunan Sinar Mas Kalimantan Barat ini diharapkan dapat diikuti oleh perusahaan lain. Bantuan seperti alat-alat untuk pemadaman api sangat dibutuhkan oleh tim di lapangan,” tegasnya.
Sementara itu, CEO Perkebunan Sinar Mas Kalimantan Barat Bonny Wijaya mengatakan pihaknya terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan instansi terkait dalam penanganan karhutla.
Menurut Bonny, perusahaan menyiagakan personel dan peralatan pemadam sesuai kebutuhan penanganan di lapangan. Perusahaan juga memanfaatkan drone dan kamera pengawas atau CCTV sebagai bagian dari sistem deteksi dini di wilayah operasional.
“Dalam situasi seperti ini, kolaborasi dan kecepatan respons menjadi sangat penting. Kami berkomitmen untuk mengambil bagian dalam upaya penanganan karhutla dengan menyiagakan personel dan peralatan pemadam, termasuk menggunakan drone dan CCTV sebagai pendukung sistem deteksi dini di wilayah operasional untuk mengidentifikasi titik panas yang perlu segera ditindaklanjuti,” ujar Bonny.
Ia menambahkan, kesiapsiagaan menjadi bagian penting dalam pengendalian karhutla. Koordinasi dengan pemerintah dan pihak terkait, menurutnya, perlu terus berjalan untuk mendukung pencegahan, kesiapsiagaan, serta penanganan kebakaran.
“Karhutla merupakan tantangan yang membutuhkan tanggung jawab bersama, sehingga upaya pencegahan, kesiapsiagaan, dan penanganannya perlu dilakukan secara kolaboratif,” tambahnya.
Bantuan peralatan tersebut selanjutnya mendukung kebutuhan operasional BPBD Ketapang dalam menghadapi potensi maupun kejadian karhutla. Ketersediaan personel, peralatan pemadam, serta informasi mengenai titik panas menjadi bagian penting dalam respons terhadap kebakaran di lapangan.(dig/ts)















Leave a Reply