MELAWI, RUAI.TV – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali mengancam Kabupaten Melawi, Kalimantan Barat. Api membakar kawasan Bukit Matok, Desa Batu Buil, Kecamatan Belimbing, pada Selasa malam, 18 Agustus 2026.
Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Melawi mencatat Kecamatan Belimbing memiliki luas lahan terbakar 325 hektare yang tersebar pada lima titik. Angka tersebut menempatkan Belimbing sebagai wilayah dengan luasan karhutla terbesar kedua setelah Kecamatan Nanga Pinoh.
Nanga Pinoh mencatat luas lahan terbakar mencapai 643,95 hektare pada 14 lokasi. Secara keseluruhan, BPBD Melawi mencatat karhutla telah mencapai 1.357,75 hektare.
Selain Belimbing dan Nanga Pinoh, api juga melanda Kecamatan Sayan, Pinoh Utara, Pinoh Selatan, Tanah Pinoh, Ella Hilir, serta Belimbing Hulu. Sebanyak delapan kecamatan kini masuk wilayah terdampak karhutla.
Kondisi tersebut mendorong Pemerintah Kabupaten Melawi memperkuat penanganan karhutla. Pemkab Melawi menggelar apel gelar pasukan tanggap darurat pencegahan karhutla sekaligus rapat koordinasi siaga darurat penanganan bencana kebakaran hutan dan lahan pada Selasa, 18 Agustus 2026.
Bupati Melawi Dadi Sunarya Usfa memimpin langsung apel dan rapat koordinasi tersebut. Pemerintah daerah membahas langkah penanganan serta pencegahan agar kebakaran tidak semakin meluas.
Ancaman karhutla juga terlihat pada skala Kalimantan Barat. Data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Kalimantan Barat per 18 Agustus 2026 pukul 23.00 WIB mencatat 2.841 titik panas atau hotspot.
Kabupaten Ketapang mencatat jumlah hotspot tertinggi dengan 1.954 titik. Kabupaten Sintang menempati urutan kedua sebanyak 157 titik, sedangkan Kabupaten Sanggau berada pada posisi ketiga dengan 118 titik.
Sementara itu, Kota Singkawang dan Kota Pontianak belum mencatat hotspot pada periode tersebut. Rangkaian data tersebut menunjukkan ancaman karhutla masih tinggi, termasuk kawasan Bukit Matok yang masuk wilayah Kecamatan Belimbing.
Luasan lahan terbakar yang mencapai ratusan hektare membuat pengendalian api menjadi perhatian utama Pemkab Melawi, terutama saat kebakaran telah muncul pada sejumlah wilayah secara bersamaan.(dig/ts)















Leave a Reply