Arsip

BNPB dan Menhut Tekankan Lima Langkah Kendalikan Karhutla di Kalbar

Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto memberikan Keterangan Pers usai rakor penanganan Karhutla di Kalbar. (Foto/ Dispen Kodaeral XII)

PONTIANAK, RUAI.TV – Pemerintah memperkuat langkah pengendalian kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kalimantan Barat. Kepala BNPB dan Menteri Kehutanan menekankan lima langkah utama sebagai strategi penanganan Karhutla secara terpadu.

Arahan tersebut muncul dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Karhutla Provinsi Kalimantan Barat yang berlangsung di Ruang VIP Lanud Supadio, Kabupaten Kubu Raya, Jumat (4/9).

Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto, dan Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menekankan pelaksanaan lima langkah secara simultan.

Advertisement

Langkah tersebut meliputi modifikasi cuaca, water bombing, penguatan pemadaman melalui jalur darat, penegakan hukum, serta edukasi dan peningkatan kesadaran masyarakat.

Kelima langkah tersebut menjadi fokus penanganan untuk mengendalikan Karhutla sekaligus mencegah munculnya titik api baru di wilayah Kalimantan Barat.

Hingga saat ini, upaya penanganan telah mencapai sekitar 432,9 hektare lahan. Kondisi tersebut turut mendapat dukungan dari penurunan jumlah fire spot.

Pemerintah bersama unsur TNI-Polri dan instansi terkait terus memperkuat koordinasi agar setiap langkah penanganan berjalan secara terpadu, mulai dari upaya pemadaman hingga pencegahan dan penegakan hukum.

Rapat koordinasi tersebut dipimpin Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan, Komandan Kodaeral XII Laksamana Muda TNI Sawa, turut menghadiri kegiatan tersebut sebagai bagian dari sinergi lintas instansi dalam pengendalian Karhutla.

Rakor juga menghadirkan Pangdam XII/Tpr Mayjen TNI Novi Rubadi Sugito, unsur TNI-Polri, pemerintah daerah, Basarnas, Kejaksaan, serta sejumlah instansi terkait. (rls/dig/ts)

Advertisement