SEKADAU, RUAI.TV – Perkembangan terbaru muncul dalam peristiwa diduga hilang kontaknya helikopter PK-CFX rute Kabupaten Melawi menuju Kabupaten Kubu Raya.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sekadau langsung mengerahkan tim pencarian ke lokasi yang diduga menjadi titik terakhir kontak helikopter tersebut di Kecamatan Nanga Taman. BPBD Sekadau mengirimkan tim pada Kamis siang, 16 April 2026, sesaat setelah menerima laporan resmi terkait hilangnya kontak helikopter jenis Airbus Helicopter H-130 (tipe H-130T2) tersebut.
Sedikitnya lima personel BPBD diterjunkan ke lapangan dengan membawa berbagai peralatan pendukung pencarian. Tim langsung bergerak menuju wilayah yang diduga menjadi titik hilangnya kontak, yakni di sekitar Desa Tapang Tinggang, Kecamatan Nanga Taman, Kabupaten Sekadau.
Plt Sekretaris BPBD Kabupaten Sekadau, Sunardi, menegaskan pihaknya langsung melakukan koordinasi lintas instansi dalam upaya pencarian ini.
“Kami langsung menerjunkan tim ke lokasi setelah menerima informasi. Tim kami berkoordinasi dengan Basarnas, Polres Sekadau, serta pemerintah desa setempat untuk mempercepat proses pencarian,” ujar Sunardi.
Ia menjelaskan, tim memfokuskan pencarian di area yang sesuai dengan koordinat terakhir helikopter, yakni di sekitar wilayah Kecamatan Nanga Taman. Sebelumnya, helikopter PK-CFX dilaporkan hilang kontak pada pukul 08.39 WIB, dengan titik koordinat terakhir di 0°10’51.91” LS dan 110°47’25.49” BT.
Helikopter tersebut diketahui berangkat dari Heliped PT. Citra Mahkota (PT. CMA) di Desa Nanga Keruap, Kecamatan Menukung, Kabupaten Melawi pada pukul 07.34 WIB dan dijadwalkan tiba di Heliped PT. Graha Agro Nusantara 1 di Desa Teluk Bakung, Kecamatan Sungai Ambawang, Kabupaten Kubu Raya pada pukul 08.50 WIB.
Helikopter itu dipiloti oleh Capt. Marindra W bersama Co-Pilot Harun Arasyd serta membawa enam penumpang, yakni Mr. Patrick K., Mr. Victor T., Mr. Charles L., Mr. Joko C., Mr. Fauzie O., dan Mr. Sugito. Meski demikian, hingga Kamis siang, Sunardi mengakui tim belum memastikan lokasi pasti keberadaan helikopter tersebut.
“Kami belum bisa memastikan titik persisnya. Kami juga belum mengetahui apakah helikopter itu jatuh atau melakukan pendaratan darurat,” tegasnya.
BPBD Sekadau juga mengimbau masyarakat, khususnya di wilayah Kecamatan Nanga Taman, untuk turut membantu memberikan informasi apabila melihat atau mendengar keberadaan helikopter tersebut.
“Kami meminta masyarakat segera melapor kepada aparat terdekat jika menemukan tanda-tanda keberadaan helikopter,” tambah Sunardi.















Leave a Reply