PONTIANAK, RUAI.TV – Kasus diare pada pasien RSUD Soedarso Pontianak mencapai 36 kasus dalam sepekan. Angka tersebut menunjukkan kenaikan cukup tajam saat Kalimantan Barat menghadapi kemarau berkepanjangan dan fenomena El Nino Godzilla.
Data RSUD Soedarso Pontianak mencatat kasus diare pada minggu ke-32 hingga minggu ke-35 berada pada kisaran 15 sampai 23 kasus setiap pekan. Namun, pada minggu ke-36, jumlah kasus meningkat menjadi 36 kasus.
Dari total kasus tersebut, sekitar 40 persen pasien merupakan anak-anak, sedangkan 18 persen lainnya merupakan bayi.
Direktur RSUD Soedarso Pontianak, Hary Agung Tjahyadi, mengatakan kenaikan kasus diare perlu menjadi perhatian masyarakat, terutama saat kemarau panjang.
Kondisi lingkungan, ketersediaan air bersih, serta kebersihan makanan dan minuman menjadi hal penting yang perlu masyarakat jaga.
“Kenaikan kasus diare ini perlu menjadi perhatian, terutama saat kemarau panjang. Masyarakat perlu menjaga kebersihan lingkungan, memastikan ketersediaan air bersih, serta memperhatikan kebersihan makanan dan minuman, khususnya untuk anak-anak dan bayi,” ujar Hary Agung Tjahyadi.
Kemarau panjang juga dapat memengaruhi kondisi sanitasi serta ketersediaan air bersih. Karena itu, orang tua perlu lebih teliti menjaga makanan dan minuman yang anak konsumsi serta memastikan kebersihan lingkungan sekitar.
Langkah sederhana seperti menjaga kebersihan tangan, makanan, air konsumsi, dan sanitasi lingkungan dapat membantu menekan risiko diare, terutama pada kelompok anak dan bayi. (dek/dig)















Leave a Reply