BENGKAYANG, RUAI.TV – Banjir yang melanda bagian hulu Sungai Madi pada Selasa (15/9) mengganggu proses produksi air Perumdam Tirta Bengkayang. Banjir juga meningkatkan tingkat kekeruhan air baku yang menjadi sumber produksi air bagi pelanggan.
Perumdam Tirta Bengkayang menyampaikan kondisi tersebut kepada pelanggan, khususnya pelanggan pada wilayah pelayanan Unit Tiga Berkat dan Kota Bengkayang.
“Pada sore hari ini telah terjadi banjir di bagian hulu Sungai Madi. Kondisi tersebut menyebabkan produksi air terganggu dan tingkat kekeruhan air baku meningkat cukup tinggi,” kata Perumdam Tirta Bengkayang melalui informasi resmi kepada pelanggan.
Kondisi air baku yang semakin keruh turut memengaruhi proses produksi dan distribusi air. Perumdam saat ini melakukan penanganan teknis untuk mengatasi gangguan akibat kondisi tersebut.
“Petugas Perumdam Tirta Bengkayang sedang melakukan pembersihan saringan/pipa intake serta penanganan teknis lainnya agar proses produksi dan distribusi air dapat kembali normal,” jelasnya.
Petugas terus menangani saringan dan pipa intake yang terdampak kondisi air baku. Langkah tersebut bertujuan menjaga proses produksi serta memulihkan distribusi air kepada pelanggan.
Perumdam Tirta Bengkayang meminta pelanggan memahami kondisi tersebut dan bersabar selama proses penanganan berlangsung.
“Mohon gunakan air secara bijak dan seperlunya selama kondisi ini,” imbau Perumdam kepada pelanggan dalamketerangan resminya.
Perumdam juga akan menyampaikan perkembangan kondisi pelayanan melalui kanal resmi perusahaan. Pelanggan dapat mengikuti informasi tersebut untuk mengetahui perkembangan proses pemulihan produksi dan distribusi air.
Perumdam Tirta Bengkayang menyampaikan terima kasih atas perhatian, pengertian, dan kerja sama pelanggan selama petugas menangani gangguan akibat banjir tersebut. (RED)















Leave a Reply