Arsip

Sungai Kayan Surut, Warga Angkat Batu agar Sampan Pengangkut Sembako Bisa Lewat

Warga gotong royong menarik dan mengangkat Batu dari dasar Sungai Kayan agar bisa di lewati sampai pengangkut sembako. (Foto/ruai.tv)

SINTANG, RUAI.TV – Kemarau panjang membuat permukaan Sungai Kayan, Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat, semakin menyusut.

Kondisi ini membuat warga harus mengangkat batu dari dasar sungai agar sampan dapat melintas sambil membawa kebutuhan pokok menuju wilayah pedalaman.

Warga melakukan gotong royong mengangkat batu dari alur Sungai Kayan pada Senin, 14 September 2026. Mereka membawa sembako dari pusat Desa Nanga Mansau menuju Dusun Pengosah, Bawai, dan Gurung Puntak.

Advertisement

Musim kemarau saat ini, perjalanan menuju tiga wilayah tersebut memerlukan waktu satu hingga dua hari melalui jalur sungai. Warga juga menghadapi satu titik arum jeram. Pada lokasi itu, warga harus memikul sampan melalui jalur darat agar perjalanan dapat berlanjut.

Saat warga hendak berbelanja kebutuhan ke pusat kecamatan, perjalanan sungai dapat memakan waktu hingga lima hari. Kondisi ini terjadi karena belum tersedia akses jalur darat menuju wilayah tersebut.

Selain menghadapi keterbatasan akses transportasi, warga juga belum menikmati jaringan internet dan listrik. Kondisi serupa turut memengaruhi akses pendidikan anak-anak.

Noven, pemuda Kecamatan Kayan Hulu, mengatakan masyarakat sebelumnya memiliki sekolah dasar. Namun, sekolah tersebut berhenti beroperasi pada 2018 karena tidak ada guru yang mau mengajar. Akibatnya, para pelajar harus mengikuti pendidikan sekaligus tinggal pada pusat desa.

“Namun pada tahun 2021, walau sudah tutup tahun 2018 ada dana aspirasi masuk untuk menambah bangunan gedung sekolah, setelah dibangun tidak ada aktivitas belajar mengajar, guru gak ada yang mau mengajar di sana,” kata Noven kepada ruai.tv, Rabu (16/9).

Noven menjelaskan, wilayah tersebut dihuni sekitar 70 kepala keluarga. Selain harus mengikuti pendidikan pada pusat desa, sebagian anak juga harus sekolah ke wilayah Kelam dengan mengikuti orang tua yang bekerja pada wilayah tersebut.

Kondisi Sungai Kayan yang semakin surut saat kemarau turut menambah tantangan perjalanan warga. Untuk membawa sembako menuju permukiman pedalaman, warga harus bekerja sama mengangkat batu agar sampan dapat melewati alur sungai.

Keterbatasan jalur darat membuat sungai menjadi akses utama warga menuju sejumlah wilayah pedalaman. Saat kondisi sungai semakin surut, warga harus melakukan berbagai upaya agar jalur transportasi tersebut tetap dapat mereka gunakan. (RED)

Advertisement