Arsip

60 Pohon Ulin Usia Ratusan Tahun Terbakar Sebelum Sempat Diolah

Tunggul pohon ulin berusia ratusan tahun yang tinggal arang akibat karhutla di Desa Gema, Kecamatan Simpang Dua, Kabupaten Ketapang. Foto: ruai.tv/dok

KETAPANG, RUAI.TV – Sekitar 60 batang pohon ulin atau belian di Desa Gema, Kabupaten Ketapang dilalap api dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Pohon belian itu sudah berusia ratusan tahun dengan diameter rata-rata 80 centimeter, nyaris sebesar drum. 

Kepala Adat Desa Gema, Temongokng Kajakng Nyeruyokng Antonius Joko Santoso, kepada redaksi ruai.tv, Senin (07/09/2026) malam, menuturkan, pohon belian itu memang sebelumnya sudah tumbang ke tanah sebelum karhutla. 

Sebagai bahan bangunan, belian atau kayu ulin atau kayu besi merupakan bahan bangunan kelas wahid. Sayangnya, sebelum sempat diolah menjadi kayu balok atau papan, si jago merah sudah lebih dulu melahapnya. 

Advertisement

Baca juga:

Apa Arti PM2.5? Debu Karhutla Tak Bisa Disaring Bulu Hidung Manusia!

Rusaknya potensi kayu olahan yang sangat berharga itu, sebagai imbas dari karhutla yang sebelumnya melanda Bukit Natai Mensarai, Dusun Gerai Kiri, Desa Gema, Kecamatan Simpang Dua. Warga pemilik kebun yang dikomando oleh Kades Gema Suhandito, berupaya melakukan pemadaman api dari pagi hingga sore hari pada Senin.

Peristiwa kebakaran ini dilaporkan sudah terjadi selama lebih dari dua minggu. Titik api pertama kali berasal dari daerah Sungai Mingkat, Desa Tanjung Beringin, Kecamatan Sungai Laur, dan mulai memasuki wilayah Desa Gema sekitar empat hari yang lalu. 

Kobaran api merembet melalui area eks jalan Perusahaan Logging PT. Dudja yang berada di antara wilayah Gerai dan Sepotong. Dampak kebakaran ini merusak vegetasi kayu berharga di dalam ladang tua, jamih, atau tembawang dalam istilah setempat.

Baca juga:

25 Penerbangan di Supadio Terdampak Erupsi Anak Krakatau

Upaya pemadaman sisa bara api di bawah tungguh pohon belian usia ratusan tahun di Desa Gema, Kecamatan Simpang Dua, Kabupaten Ketapang. Foto: ruai.tv/dok

“Selain pohon belian yang memang sudah tumbang sebelum karhutla, ada beberapa yang baru ditebang tetapi ada juga yang berupa tunggul tua. Pohon belian itu berada dalam ladang tua atau jamih,” tutur Joko.

Amukan karhutla juga menghanguskan berbagai aset perkebunan dan lahan berharga milik warga di kedua desa terdampak. Seperti kebun kakao milik warga Bukang yang berada di wilayah Tanjung Beringin. Juga kebun karet, sawit, dan bawas (lahan bekas berladang) milik warga Tanjung Beringin dan Desa Gema.

Baca juga:

Karhutla Mengganas, Benarkah Asing Bantu Kirim Pesawat Pemadam?

Beberapa tembawang yang berisi pohon durian alam dan pohon tengkawang juga habis terbakar, kemungkinan besar sudah tidak bisa diharapkan tumbuh kembali,” ujar Joko. 

Beberapa sempuan atau lalau (sebutan lokal untuk tempat bersarangnya madu hutan) ikut musnah. Sempuan merupakan sumber madu lebah alami yang berada di ketinggian pohon. (red/hep)

Advertisement