PALANGKA RAYA, RUAI.TV – Polresta Palangka Raya terus mengusut kebakaran kompleks Kantor Gubernur Kalimantan Tengah yang melanda gedung Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) dan Biro Ekonomi Sekretariat Daerah Provinsi Kalimantan Tengah, Rabu (12/8/2026) dini hari.
Api menghanguskan hampir seluruh ruangan gedung dan merusak sejumlah dokumen penting. Polisi kini mengumpulkan keterangan serta bukti untuk memastikan penyebab kebakaran, termasuk kemungkinan unsur kesengajaan.
Kasat Reskrim Polresta Palangka Raya Polda Kalimantan Tengah, AKP Eka Palti Ari Putra Hutagaol, mengatakan pihaknya menerima dorongan Aliansi Dayak Bersatu untuk melakukan pemeriksaan secara forensik dan laboratoris.
“Namanya kebakaran tentu ada dua kemungkinan, disengaja atau tidak disengaja,” ujar Eka.
Menurut Eka, polisi masih menelusuri seluruh kemungkinan. Jika hasil penyelidikan mengarah pada unsur kesengajaan, penyidik akan mencari motif serta pihak yang memiliki kepentingan dalam peristiwa tersebut.
“Kalau disengaja, masing-masing kita lihat motifnya apa dan alasannya apa. Bisa saja motif politik, ekonomi, sabotase, atau kemungkinan lain,” katanya.
Eka menegaskan polisi belum dapat menyimpulkan penyebab kebakaran sebelum hasil pemeriksaan laboratorium keluar. Tim juga akan meminta keterangan dari pihak Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah terkait kondisi gedung dan dokumen yang ikut hangus dalam peristiwa tersebut.
“Kami belum tahu dokumen apa saja yang terbakar. Kami sudah mengundang pihak Pemprov untuk menjelaskan apa saja yang ada dalam kantor tersebut,” ujarnya.
Polisi juga membuka kemungkinan faktor teknis sebagai penyebab kebakaran. Eka menyebut instalasi kabel turut menjadi bagian yang perlu mendapat pemeriksaan.
“Kalau tidak disengaja, mungkin ada kebakaran kabel. Semua itu masih kami dalami,” kata Eka.
Ia meminta masyarakat memberi waktu kepada penyidik untuk menyelesaikan rangkaian pemeriksaan. Polisi akan mengandalkan hasil laboratorium sebagai dasar untuk menentukan penyebab kebakaran.
“Mohon waktu, mohon dukungan. Kalau hanya mengkritik orang, itu gampang. Yang penting sekarang kami mencari hasil dari laboratorium,” tegas Eka.
Aliansi Dayak Bersatu Siap Kawal
Sementara itu, Ketua Aliansi Dayak Bersatu, Megawati, bersama sejumlah organisasi kemasyarakatan meninjau lokasi kebakaran. Mereka mencermati kondisi gedung serta sejumlah fasilitas pengamanan kebakaran yang ada pada kawasan Kantor Gubernur Kalimantan Tengah.
Megawati mengatakan Aliansi Dayak Bersatu akan terus mengikuti proses pengusutan kasus tersebut hingga polisi menemukan penyebab kebakaran secara jelas.
“Kami berharap alasannya bisa diketahui secara jelas. Jangan sampai masyarakat hanya mendapatkan informasi bahwa terjadi kebakaran, tetapi tidak mengetahui apa penyebab sebenarnya,” tegas Megawati, kepada ruai.tv, Senin (25/8) malam.
Saat meninjau area bekas kebakaran, Megawati melihat puing bangunan, material yang hangus, serta sisa barang dan dokumen yang masih berada pada sejumlah bagian gedung.
“Yang kami lihat pada lapangan, banyak puing dan barang yang sudah menjadi abu. Kami juga melihat fasilitas proteksi kebakaran. Ini perlu pemeriksaan, apakah benar berfungsi dan siap digunakan saat dibutuhkan,” ujar Megawati.

Selain penyebab kebakaran, Aliansi Dayak Bersatu juga meminta pihak terkait memeriksa sistem proteksi kebakaran, instalasi listrik, peralatan pemadam, serta kesiapan petugas keamanan.
Megawati mempertanyakan fungsi sejumlah fasilitas yang berada pada kawasan tersebut, termasuk hydrant pillar dan alat pemadam api ringan atau APAR.
“Apakah ada pengecekan rutin secara berkala terhadap sistem kebakaran? Fungsi hydrant pillar tanpa selang pemadaman, APAR yang sudah kedaluwarsa atau kosong, serta kesiapan anggota pengamanan untuk mengatasi kebakaran agar tidak membesar, apakah mereka mendapat pelatihan?” kata Megawati.
Menurut Megawati, pemeriksaan menyeluruh penting untuk mengetahui kondisi sistem keamanan gedung sekaligus mencegah kejadian serupa kembali terjadi. Aliansi Dayak Bersatu selanjutnya akan mengikuti perkembangan penyelidikan Polresta Palangka Raya.
Organisasi masyarakat tersebut juga akan mengawal proses pengungkapan penyebab kebakaran sampai polisi memperoleh hasil pemeriksaan yang dapat menjelaskan peristiwa tersebut secara terang.(dig/ts)















Leave a Reply