Arsip

Info Lowongan Kerja Industri Kalbar: Investasi Meningkat, Prioritas Tenaga Kerja Lokal 

Kepala Disnakertrans Kalbar, Ahmad Priyono. Foto: ruai.tv/cm

PONTIANAK, RUAI.TV – Info lowongan kerja di sektor industri Kalimantan Barat (Kalbar) kini tengah menjadi buruan masyarakat. Masuknya gelombang investasi ke provinsi ini membawa angin segar dengan terbukanya ribuan peluang kerja baru. 

Menurut data terbaru, kehadiran para investor ini mulai mendongkrak angka penyerapan tenaga kerja secara signifikan di berbagai proyek besar. Meski demikian, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Kalbar mengingatkan, kualitas kompetensi Sumber Daya Manusia (SDM) lokal masih menjadi penentu utama. 

Tantangan ini harus segera diatasi lewat pelatihan intensif agar para pencari kerja lokal mampu bersaing dan mengisi posisi strategis di sektor industri berteknologi tinggi.

Advertisement

Kepala Disnakertrans Kalbar, Ahmad Priyono, Kamis (06/08/2026), menegaskan, komitmen mengawal penyerapan tenaga kerja lokal sangat penting, namun pemenuhan aspek kompetensi tetap menjadi penentu utama kelulusan pelamar.

“Perusahaan pada prinsipnya didorong untuk mengutamakan tenaga kerja lokal, sepanjang kompetensi yang dibutuhkan tersedia,” ujar Ahmad Priyono kepada ruai.tv.

Dia memaparkan, setiap investasi yang masuk wajib memberikan dampak kesejahteraan yang adil melalui pembukaan lapangan kerja serta program pelatihan alih teknologi yang berkelanjutan bagi masyarakat sekitar.

Tren Positif 

Disnakertrans Kalbar mencatat grafik menggembirakan terkait jumlah penduduk yang bekerja dalam tiga tahun terakhir. Rilis data Badan Pusat Statistik (BPS) per Februari 2026, memaparkan, jumlah masyarakat Kalbar yang terserap di dunia kerja mengalami lonjakan pesat seiring bertumbuhnya aktivitas industri.

Baca juga: Di Mana Pulau Penebang? Ada Apa di Sana?

Pada Februari 2025, jumlah penduduk yang bekerja berada di angka 2,79 juta orang. Angka ini kemudian melesat menjadi 2,9 juta orang pada Februari 2026. Dalam kurun waktu satu tahun saja, terdapat penambahan lapangan kerja baru untuk 115.840 orang atau tumbuh sebesar 4,15 persen.

Pertumbuhan ini menjadi bukti konkret, investasi yang ditanamkan di Kalbar mulai membuahkan hasil nyata dalam membuka peluang kerja baru. Namun, kompetensi pelamar tetap menjadi kunci utama. Hingga saat ini, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Kalbar masih berada di angka 4,57 persen akibat laju pertumbuhan angkatan kerja baru yang selalu meningkat saban tahun.

Smelter Pulau Penebang

Pemerintah daerah melalui Disnakertrans terus mendesak pihak korporasi untuk memprioritaskan tenaga kerja lokal dalam setiap pembukaan lowongan kerja. Meski demikian, pemenuhan kuota ini tetap berjalan beriringan dengan standar keahlian yang diminta industri.

Satu di antara contoh nyata implementasi penyerapan kerja ini terlihat di proyek raksasa pembangunan smelter di Pulau Penebang. Proyek strategis ini tercatat telah menyerap sekitar 9.000 tenaga kerja konstruksi.

Dari total tersebut, sebanyak 2.000 pekerja merupakan warga lokal asal Kabupaten Kayong Utara (KKU). Sementara itu, sisa kuota pekerja diisi oleh tenaga kerja dari berbagai wilayah lain di Kalbar hingga luar daerah untuk menempati posisi-posisi yang membutuhkan keahlian khusus (specific skills).

BLK dan Kemitraan Strategis

Menyikapi adanya gap (kesenjangan) keterampilan pelamar lowongan kerja, Disnakertrans Kalbar melakukan pencocokan (matching) antara pasokan tenaga kerja dan kebutuhan riil dunia usaha. Satu di antaranya mengoptimalkan pelatihan di Balai Latihan Kerja (BLK).

Akan tetapi, kapasitas tampung BLK yang ada saat ini dirasa belum ideal untuk menyerap seluruh pencari kerja. Dengan daya tampung yang masih berkisar di angka 200 peserta per tahun, BLK belum mampu mengakomodasi kebutuhan industri secara menyeluruh.

Untuk menyiasati keterbatasan tersebut, pemerintah daerah menggandeng sejumlah perusahaan besar demi mendongkrak kapasitas masyarakat di sekitar kawasan industri. Disnakertrans menjalankan program pelatihan kolaboratif bersama ANTAM

Selain itu, pemerintah sedang mematangkan rencana kerja sama dengan PT BAI untuk melatih masyarakat lokal dalam mengolah limbah industri agar memiliki nilai ekonomis.

Kirim 14 Putra Daerah ke China

Sejauh ini, Disnakertrans Kalbar memastikan belum menemukan adanya indikasi perusahaan yang sengaja mengabaikan atau menganaktirikan tenaga kerja lokal dalam proses rekrutmen. Namun, untuk operasional sektor industri yang berbasis teknologi tinggi (high-tech), perusahaan memang masih membutuhkan tenaga ahli dari luar daerah maupun ekspatriat.

Sebagai jalan keluar jangka panjang sekaligus mempercepat proses alih teknologi, pihak perusahaan smelter telah merekrut 14 putra daerah Kalbar, termasuk pemuda asal Kabupaten Kayong Utara.

Sebelum diterjunkan ke industri berat, ke-14 pemuda ini diberikan pembekalan intensif berupa pelatihan bahasa Mandarin selama tiga bulan. Setelah itu, mereka langsung diberangkatkan ke China untuk menimba ilmu dan menguasai teknologi industri tersebut. 

Langkah taktis ini diharapkan mampu mencetak pionir tenaga kerja lokal yang siap memimpin industri berteknologi tinggi di Kalbar pada masa depan. (red/cm)

Advertisement