Arsip

Di Mana Pulau Penebang? Ada Apa di Sana? 

Ilustrasi: unsplash.com

    Konten disediakan oleh DigiCorner, zona cerita dari Ruai TV.

Pulau Penebang “naik daun” karena menjadi lokasi Proyek Strategis Nasional (PSN). Mega proyek yang dikelola PT DIB ini memang dibuat menjadi kawasan industri terintegrasi khusus untuk sebuah smelter. 

Smelter adalah pabrik pemurnian bauksit menjadi alumina, yang kemudian diolah lagi menjadi aluminium. Tetapi di kawasan ini tidak ada aktivitas pertambangan mentah atau eksplorasi.

Advertisement

Ini menjadi bagian dari langkah hilirisasi industri mineral di Kalbar. Di mana letak pulau Pebenang? 

Kawasan Industri Pulau Penebang, disingkat KIPP, berada di Desa Pelapis, Kecamatan Kepulauan Karimata, Kabupaten Kayong Utara (KKU), Kalbar. Pulau Penebang seluas sekitar 2.200 hektar, dan diklaim tidak berpenghuni. 

Posisi proyek pabrik ini berada sekitar lima mil laut dari wilayah pemukiman warga yang tersebar di tiga dusun terdekat, yakni Dusun Raya, Dusun Jaya, dan Dusun Kelawar. Ekonomi lokal ikut bergerak dengan adanya kawasan industri ini. 

Baca juga: Info Lowongan Kerja Industri Kalbar: Investasi Meningkat, Prioritas Tenaga Kerja Lokal 

Data ketenagakerjaan per Februari 2026 menyebut, proyek konstruksi raksasa di Pulau Penebang ini menyerap sekitar 9.000 tenaga kerja konstruksi. Dari total serapan tersebut, sebanyak 2.000 pekerja merupakan warga lokal asli dari KKU. 

Sebanyak 7.000 pekerja sisanya berasal dari berbagai wilayah lain di Kalbar bahkan luar daerah. Mereka mengisi bidang kerja yang memerlukan keahlian khusus. 

Adanya investasi besar seperti smelter ini telah mendongkrak jumlah total penduduk bekerja di Kalbar. Angkanya menyentuh 2,9 juta orang, atau naik 4,15 persen dari tahun sebelumnya. 

Degan kondisi ini, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Kalbar mencatat, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) daerah masih berada di angka 4,57 persen.

Kepala Disnakertrans Kalbar, Ahmad Priyono, kepada ruai.tv, Kamis (06/08/2026) mengatakan, tantangan terbesar saat ini adalah kesenjangan kompetensi Sumber Daya Manusia (SDM) lokal. Industri berat berbasis teknologi tinggi menuntut keahlian khusus yang harus disiapkan agar pekerja lokal tidak hanya mengisi bidang konstruksi kasar. Tapi juga mampu menduduki posisi strategis di dalam operasional pabrik. (dig)

Advertisement