PONTIANAK, RUAI.TV – Menteri Kehutanan RI Raja Juli Antoni kembali melakukan kunjungan kerja ke Kalimantan Barat untuk meninjau langsung penanganan kebakaran hutan dan lahan atau karhutla.
Kunjungan pada Kamis, 3 September 2026 ini menjadi kunjungan kedua Raja Juli Antoni ke Kalimantan Barat setelah sebelumnya datang pada 24 Agustus 2026.
Dalam kunjungan kali ini, Raja Juli Antoni dijadwalkan meninjau langsung dua lokasi karhutla di Kabupaten Kubu Raya. Menteri Kehutanan bersama rombongan bertolak dari Bandara Soekarno-Hatta menuju Bandara Internasional Supadio Pontianak menggunakan pesawat Batik Air pada pukul 08.00 WIB.
Setibanya di Bandara Supadio, Raja Juli Antoni dijadwalkan sarapan di ruang VIP Bandara Supadio, Arang Limbung, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya.
Selanjutnya, sekitar pukul 09.45 WIB, rombongan bergerak menuju lokasi karhutla di Desa Limbung, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya. Lokasi tersebut berada di sekitar SMA Negeri 4 Kubu Raya dan berjarak sekitar 2,5 kilometer dari Bandara Supadio.
Di lokasi ini, Menteri Kehutanan dijadwalkan meninjau secara langsung proses pemadaman karhutla yang dilakukan Daops Manggala Agni Pontianak.
Setelah peninjauan selama sekitar 30 menit, rombongan melanjutkan perjalanan menuju lokasi karhutla kedua di Dusun Suka Damai, Desa Rasau Jaya Tiga, Kecamatan Rasau Jaya, Kabupaten Kubu Raya.
Di lokasi kedua, Raja Juli Antoni kembali dijadwalkan melihat langsung proses pemadaman karhutla yang dilakukan oleh Daops Manggala Agni Pontianak.
Usai meninjau dua lokasi karhutla, Menteri Kehutanan dijadwalkan menuju VIP Room Lanud Supadio Pontianak untuk mengikuti rapat koordinasi pengendalian karhutla bersama Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana atau BNPB.
Rapat koordinasi tersebut dijadwalkan berlangsung sekitar satu jam, mulai pukul 11.55 hingga 13.00 WIB. Agenda kemudian dilanjutkan dengan makan siang di VIP Room Lanud Supadio.
Pada pukul 14.05 WIB, Raja Juli Antoni dijadwalkan mengikuti diskusi bersama Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA), Yayasan Inisiasi Alam Rehabilitasi Indonesia (YIARI), serta Sintang Orangutan Center (SOC). Diskusi tersebut menjadi agenda terakhir dalam rangkaian kunjungan kerja Menteri Kehutanan di Kalimantan Barat.
Namun, kunjungan Menteri Kehutanan kali ini juga mendapat perhatian dari mahasiswa. Aliansi Mahasiswa Kalimantan Barat menyiapkan aksi unjuk rasa di kawasan Bandara Internasional Supadio, Kabupaten Kubu Raya.
Aksi tersebut dijadwalkan berlangsung mulai pukul 11.00 WIB dengan jumlah massa sekitar 30 orang. Syarif Falmuriandi Tri Saris, Ketua Fomda, bertindak sebagai koordinator lapangan.
Mahasiswa merencanakan aksi di Bundaran Bandara Supadio dan Posko Karang Taruna yang berada di seberang Kantor Dinas Sosial Kabupaten Kubu Raya.
Dalam tuntutannya, mahasiswa meminta pemerintah menetapkan status bencana nasional untuk Kalimantan dan Sumatra sebagai respons terhadap bencana kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di kedua wilayah tersebut.
Mahasiswa juga meminta Menteri Kehutanan RI memberikan solusi mitigasi terhadap karhutla, termasuk langkah penanganan dan pencegahan yang dinilai perlu untuk menghadapi bencana kebakaran hutan dan lahan.
Selain itu, mahasiswa meminta pemerintah mengusut tuntas kasus perusahaan yang melakukan pembakaran lahan serta menetapkan sanksi yang tepat terhadap pihak yang terbukti melakukan pelanggaran.
Mahasiswa menyatakan akan berupaya menemui Menteri Kehutanan untuk menyampaikan langsung aspirasi tersebut hingga terealisasi dialog antara mahasiswa dan Menteri Kehutanan. (dig/ts)















Leave a Reply