10 Tahun Lebih, Kontribusi Relawan Muda Ketapang untuk Konservasi

Para relawan RK-TAJAM mengumpulkan sampah di Pantai Air Mata Permai. Foto: IST/ruai.tv

KETAPANG, RUAI.TV – Para relawan lingkungan hidup dari kalangan pemuda di Kabupaten Ketapang, yang tergabung dalam komunitas Relawan Konservasi Taruna Penjaga Alam (RK-TAJAM), merayakan lebih dari 10 tahun kiprah mereka berkontribusi menyampaikan gaung konservasi di Tanah Betuah.

Tak sekadar seremoni, aksi nyata mereka lakukan di Pantai Air Mata Permai, Minggu (21/03/2021). Di antaranya berupa kegiatan yang mereka sebut “operasi semut”, yakni mengumpulkan sampah-sampah yang berserakan di pantai.

Sebagai penanda, anak-anak ini juga mendirikan sejumlah rambu-rambu berisi ajakan menjaga kebersihan pantai, serta plang informasi tentang berapa lama sampah terurai.

Baca juga: Belajar Lingkungan Sambil Bermain, Bayar Pengobatan Dengan Bibit

Relawan di komunitas RK-TAJAM bersama Relawan Bentangor untuk Konservasi (REBONK), menjalankan kiprahnya di bawah binaan Yayasan Palung (YP) .

Mariamah Ahmad, Pembina sekaligus pencetus RK-TAJAM, mengatakan, momen pertambahan usia komunitas ini harus dimaknai sebagai wadah generasi muda berkontribusi dengan cinta terhadap perlindungan alam dan kemanusiaan.

Ranti Naruri, Pembina generasi ke-2, anggota RK-TAJAM tidak dibayar, tetapi memiliki jiwa sosial dan konservasionis yang tidak dimiliki oleh semua anak-anak muda sekarang. Mereka menjadi pelopor aksi positif bagi kaum milenial dalam dunia konservasi dan lingkungan.

Baca juga: Jambu Monyet Termasuk “Spesies Alien”, Ini Sebabnya

Plang informasi di pantai. Foto: IST/ruai.tv

“Pertambahan usia ini, bisa lebih dikenal oleh masyarakat luas dan mengajak masyarakat terutama di tingkat sekolah, untuk mengkampanyekan perlindungan orangutan dan habitatnya,” katanya.

Manager Program Pendidikan Lingkungan YP, Dwi Yandhi Febriyanti, berharap, kegiatan yang telah cukup lama dipelopori para relawan, memiliki energi positif dan membawa pesan-pesan konservasi.

Haning Pertiwi, Pembina RK-TAJAM saat ini, mengimpikan komunitas itu mampu menjadi contoh bagi banyak orang untuk lebih peduli terhadap kelestarian lingkungan.

Baca juga: Peduli Duyung di Perairan Ketapang, Relawan Bikin Mural di Pantai

Para pegiat lingkungan tetap memerlukan partisipasi kalangan muda, agar pesan-pesan konservasi bisa semakin merasuk dalam jiwa masyarakat. Terutama bagi kalangan muda, yang kelak menjadi pewaris bumi ini.

Direktur Lapangan YP, Edi Rahman, menekankan, para relawan harus peduli dengan nasib hutan dan satwa dilindungi seperti orangutan. Minimal mereka memberikan informasi tentang pentingnya menjaga orangutan dan habitatnya kepada orang tua atau orang di sekitar mereka.

Pada mulanya RK-TAJAM dibentuk oleh 39 pemuda pada Maret 2010. Komunitas ini berada dalam binaan Haning Pratiwi. Sebelumnya, relawan muda YP bernama Environment Edu-Care Club (EEC).

Untuk di Kabupaten Kayong Utara, komunitas relawan muda bernama REBONK, di bawah binaan Riduwan. (*/SVE)