Peduli Duyung di Perairan Ketapang, Relawan Bikin Mural di Pantai

Pembuatan mural oleh aktivis lingkungan, Minggu (08/03/2021) di Pantai Celincing, Desa Sukabaru, Kecamatan Benua Kayong, Kabupaten Ketapang. Foto: IST/ruai.tv

KETAPANG, RUAI.TV – Pegiat lingkungan hidup di Kabupaten Ketapang memprediksi mamalia laut jenis duyung masih ada di Perairan Pulau Cempedak, sekitar enam individu. Dari enam itu, empat di antaranya duyung dewasa, dua lainnya duyung remaja.

Peneliti duyung, Galih Hakim Antarnusa, mengatakan, pelibatan masyarakat sekitar pantai menjadi penting untuk mengubah mindset mereka. Para relawan dari kalangan remaja dipandang berpotensi sebagai bentuk alih pengetahuan.

Baca juga: Dua Pembawa 10 Kg Sabu Kabur ke Malaysia

Galih berada di Pantai Celincing, Desa Sukabaru, Kecamatan Benua Kayong, Kabupaten Ketapang, Minggu (08/03/2021), bersama sejumlah relawan koservasi. Di antaranya Relawan Konservasi Taruna Penjaga Alam (RK-TAJAM) dan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Celincing Bersatu.

Di tempat itu, mereka menggambar mural di tembok-tembok yang ada, memuat pesan pelestarian lingkungan. Galih menggambar duyung, yang dikenal dengan dugong dalam sebutan lokal.

Baca juga: Klinik Suster di Bengkayang Terima Ambulance dari Jakarta

Gambar itu disertai tanda pagar (tagar) #savedugongketapang. Para relawan lain membuat mural dengan tema ekosistem pantai, seperti tumbuhan mangrove, jenis-jenis ikan, dan ubur-ubur. Disertai tagar #saveseasore dan #YomKiteJagePesisir.

“Kegiatan seperti ini menarik untuk membuat kedekatan intens dengan masyarakat. Menjadikan mereka sebagai mitra, dan pemberdayaan remaja sebagai relawan,” kata Galih.

Baca juga: Madu Kelulut, Tambah Penghasilan Keluarga Warga Antok

Dia menyarankan, kegiatan sejenis harus melibatkan masyarakat, agar pola pikir mereka ikut berubah. Selain itu, untuk mengikis anggapan keliru masyarakat terhadap aktivitas para aktivis lingkungan.

“Pendampingan berkala dan intens terhadap masyarakat sangat perlu, agar mereka tidak memiliki pemikiran bahwa kita memanfaatkan mereka. Sebab sesungguhnya, ini bentuk kepedulian kita terhadap mereka,” ujar Galih.

Baca juga: Sopir Mobil Travel Ini Jadi Kades Muda di Melawi

Duyung dengan nama Latin Dugong dugong dan sebutan bahasa Inggris, mermaid. Dia hidup wilayah perairan terluar, denga indikasi ekosistem lamun, yakni tumbuhan berbunga di laut dangkal.

Salah persepsi di tengah masyarakat masih kerap dijumpai, dengan menganggap duyung sebagai jenis ikan. Sejumlah referensi menyebutkan, duyung bukanlah ikan.

Baca juga: Wali Kota: Laporkan Jika Ada Pungli di Pontianak

Melainkan jenis mamalia laut, karena menyusui anaknya. Satwa ini juga disebut “sapi laut” atau “lembu laut” yang diyakini masih merupakan kerabat evolusi dari gajah.

Duyung merupakan satu-satunya “lembu laut” yang bisa ditemukan di kawasan perairan sekurang-kurangnya di 37 negara di wilayah Indo-Pasifik, walaupun kebanyakan duyung tinggal di kawasan timur Indonesia dan perairan utara Australia. (*/SVE)