Arsip

Fatan Repo, Suara Cilik yang Membawa Budaya Dayak

Yanka Rhevo Naffatan, Seniman Cilik dari dari Desa Teraju, Kecamatan Toba, Kabupaten Sanggau. (Foto/ruai.tv)

SANGGAU, RUAI.TV – Suara merdu seorang anak dari Desa Teraju, Kecamatan Toba, Kabupaten Sanggau, kini mulai melangkah lebih jauh. Yanka Rhevo Naffatan, yang akrab disapa Fatan Repo, menunjukkan bahwa usia bukan batas untuk berkarya dan mengenalkan budaya kepada khalayak.

Fatan lahir di Bengkayang, 3 Mei 2017. Saat ini, ia duduk pada kelas IV SDN 14 Teraju, Kabupaten Sanggau. Fatan merupakan anak kedua dari tiga bersaudara, pasangan Yayan dan Maria Fransiska.

Sejak usia dini, Fatan telah menemukan kecintaannya pada dunia tarik suara. Panggung demi panggung ia jalani dengan keberanian yang terus tumbuh. Lagu-lagu Dayak menjadi salah satu pilihan yang ia bawakan untuk menyampaikan kecintaan terhadap budaya leluhurnya.

Advertisement

Bagi Fatan, bernyanyi bukan sekadar menunjukkan kemampuan vokal. Setiap lagu menjadi cara untuk bercerita, membangun kedekatan dengan penonton, sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya Dayak kepada generasi seusianya.

Karakter itu tampak dalam sejumlah penampilannya. Pada 25 Oktober 2025, Fatan tampil dalam Artis Dayak Generation atau ADG di Rumah Radakng Pontianak. Suara dan keberaniannya mampu menarik perhatian penonton dalam acara yang mempertemukan para pelaku seni Dayak tersebut.

Tiga hari kemudian, pada 28 Oktober 2025, Fatan kembali naik panggung pada Pusat Damai Festival. Acara tersebut turut menghadirkan penyanyi Juan Reza, pelantun lagu populer “Tabola Bale”.

Sejumlah panggung Gawai Dayak di Kalimantan Barat juga menjadi bagian dari perjalanan Fatan. Dari panggung ke panggung, anak Teraju ini terus mengasah kemampuan sekaligus memperkuat kecintaannya terhadap seni dan budaya.

Gambar: Aksi panggung Yanka Rhevo Naffatan menghibur ribuan penonton di Pekan Gawai Dayak Kabupaten Sekadau. (Foto/ruai.tv)

Kini, Fatan memasuki langkah baru. Untuk pertama kalinya, ia meluncurkan lagu hasil rekaman perdana. Lagu tersebut merupakan karya Bung Aan Baget, penyanyi Dayak ternama yang turut memberi ruang bagi suara muda untuk tumbuh dalam industri musik daerah.

Lagu perdana itu menjadi lebih dari sekadar rekaman bagi Fatan. Karya tersebut menjadi penanda bahwa seorang anak dari Teraju mulai membangun jejaknya melalui musik.

Bakat yang Fatan miliki juga membawa pesan bagi anak-anak seusianya. Ia menunjukkan bahwa anak dari daerah memiliki kesempatan yang sama untuk bermimpi, berkarya, dan memperkenalkan potensi kampung halaman kepada khalayak yang lebih luas.

Semangat itu pula yang membuat Fatan terus tampil dengan percaya diri. Ia membawa lagu, keceriaan, dan kecintaan terhadap budaya dalam setiap kesempatan.

Dari seorang anak yang gemar bernyanyi, Fatan perlahan tumbuh sebagai generasi muda yang ikut menjaga agar seni dan budaya Dayak tetap memiliki ruang pada zaman yang terus berubah.

Perjalanan Fatan masih panjang. Namun, langkah kecilnya telah memberi arti. Dari Teraju, suara seorang anak kini mulai mencari jalan menuju panggung yang lebih luas.

Nada yang ia lantunkan bukan hanya tentang musik, tetapi juga tentang identitas, kebanggaan, dan warisan budaya yang ingin terus ia kenalkan kepada generasi berikutnya.

Fatan Repo telah memulai perjalanannya. Lagu perdana menjadi awal, sementara mimpi yang lebih besar masih menanti pada setiap panggung yang akan ia jejaki.

Advertisement