BUKU: Surga Kecil yang Jatuh ke Bumi

Foto ilustrasi dalam buku. Foto: IST/ruai.tv

Oleh: AM Putut Prabantoro

Buku berjudul “Jejak Cinta di Papua” ini, menuturkan suka duka pelayanan Polri di Papua. Secara khusus, aktivitas Binmas Noken Satgas Nemangkawi di sana.
Nemangkawi adalah nama asli dari Puncak Jaya, Pegunungan Tengah, Papua. Sedangkan “Noken” merupakan tas tradisional khas Papua yang dijalin dari bahan yang diperoleh dari hutan.

Pemilihan noken sebagai nama Binmas untuk memaknai, tas tradisional itu sebagai tempat menampung segala aspirasi, usulan, keluhan, dan permasalahan yang untuk kemudian dicarikan solusinya.

Penulis buku ini Brigjen Pol Eko Rudi Sudarto dan Kristin Samah. Eko Rudi Sudarto saat ini WaKapolda Papua. Sebagian hidupnya diabdikan di tempat ini. Sementara Kristin Samah, penulis buku dan wartawan senior yang pernah berkarya di Suara Pembaruan dan Sinar Harapan.

Dua Zaman

Papua dipandang satu-satunya tempat di dunia yang mempertemukan dua peradaban dalam waktu yang sama. Zaman purba, sekaligus zaman nirkabel (atau zaman modern).

Zaman purba ditandai dengan kehidupan honai, penggunaan kapak batu, panah, tombak dan tradisi bakar batu. Maka, tak heran melihat orang mengenakan koteka pergi ke pasar dengan membawa handphone untuk berkomunikasi.

Papua terdiri dari 257 suku bangsa yang terbagi dalam tujuh wilayah adat. Meskipun merupakan kekayaan budaya, banyaknya bahasa sering menghambat komunikasi antar kelompok mengingat beda suku beda bahasa.

Wilayah geografis Papua yang ekstrim dan sulit terutama di Pegunungan Tengah yang dihuni dua pertiga Orang Asli Papua (OAP) dan tidak memiliki akses mobilisasi yang menghubungkan antar kelompok dan wilayah. Anak-anak di wilayah ini adalah kelompok minoritas dan terisolasi.

Mengurus Ternak

Kegiatan Binmas Noken merupakan soft approach atau pendekatan lunak Polri yang mengedepankan dialog. Juga, membantu peningkatan pendidikan, sekaligus mewujudkan kesejahteraan, serta peningkatkan pemahaman berbangsa dan bernegara.

Binmas Noken menyatakan cintanya dengan cara yang langsung menyentuh akar rumput. Di antaranya, membantu mengurus ternak ayam, babi, kambing, bahkan lebah.

Melatih anak-anak beladiri Tae Kwon Do, membuat shibori, yakni sistem pewarnaan ala Jepang yang berkonsep kain ikat dan celup. JUga memberikan trauma healing bagi anak-anak dan perempuan Papua.

Papua harus dicintai. Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, menyebut Papua sebagai surga kecil yang jatuh ke bumi, dengan seluruh keindahan budaya dan sumber kekayaan alamnya.

Papua harus dijaga dan dilindungi dari seluruh ancanam maupun gangguan kamtibmas yang tidak dapat dihindari. Perlu menggunakan pendekatan kemanusiaan untuk memecahkan berbagai permasalahan.

Baca selanjutnya dengan pages 2