Salah Paham Zona Hijau di Kalbar

Kasus Sembuh COVID-19 Kalbar 15 Ribu Lebih Per 16 Juli 2021
Ilustrasi COVID-19/unsplash.com

PONTIANAK, RUAI.TV – Perkembangan COVID-19 di Kalimantan Barat (Kalbar) per 7 Agustus 2021 menunjukkan kondisi yang cukup menggembirakan. Sebab angka tingkat hunian rumah sakit atau bed occupancy rate (BOR) se-Kalbar menunjukkan penurunan.

Angkanya mencapai 46,66 persen. Persentase ini masuk dalam kategori zona hijau khusus untuk kategori BOR. Sayangnya, sebagian kalangan salah paham atas data ini. Beberapa menganggap Kalbar sudah berada dalam zona hijau yang dianggap aman untuk dari virus korona.

“Yang dimaksud zona hijau itu adalah zona hijau BOR. Kalau risiko ketertularan, tidak mungkin hijau,” tegas Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalbar, Harisson, Senin (09/08/2021).

Baca juga: BOR atau Tingkat Hunian Rumah Sakit, Ini Maknanya bagi Masyarakat

Dia mengkhawatirkan kesalahapahaman masyarakat dalam memahami data tersebut. Misalnya, terlanjur menganggap sudah dalam zona hijau, tapi di sisi lain pemerintah mengumumkan perpanjangan PPKM, maka dipastikan muncul polemik.

Pemerintah membagi beberapa zona untuk menandai indikator kondisi pandemi. Namun indikator ini punya peruntukan tersendiri bagi setiap data.

Kondisi BOR, indikatornya dibagi dalam zona hijau, kuning, oranye, dan merah. Warna dalam zona BOR menjelaskan tingkat hunian rumah sakit untuk perawatan pasien COVID-19.

Di rumah sakit, ada dua jenis ruang perawatan pasien COVID-19, yakni ruang isolasi perawatan dan ruang ICU atau Intensif COVID-19. Data BOR merujuk pada keterisian tempat tidur di ruangan-ruangan ini.

Baca selanjutnya dengan klik pages 2