HUT Sumpah Pemuda Ke-91, Milenial Diajak Aktif Bangun Daerah

PONTIANAK – Dalam rangka menyambut peringatan 91 tahun Sumpah Pemuda Indonesia. Kelompok Pokja Rumah Demokrasi menggelar Diskusi Panel bersama dengan Anggota DPRD Kalbar dari kalangan Milenial, di What’s up Cafe, Jl. Zainudin, Jum’at (25/10).

Diskusi dengan tema “Kolaborasi Milenial Membangun Daerah” diikuti oleh sekitar 60 mahasiswa dan pemuda di Kota Pontianak. Serta dihadiri pembicara Legislator Milenial DPRD Kalbar yaitu Erry Iriansyah (38) dan Cok Hendri Ramapon (34).

Pengurus Pokja Rumah Demokrasi, M. Said mengatakan tujuan dari kegiatan ini untuk mendorong milenial untuk berpartisipasi aktif membangun daerah.

“Kita ingin kawan-kawan milenial Kalbar tidak apatis dengan kebijakan yang akan dibuat oleh pihak Eksekutif maupun legislatif,” tutur Said.

Peringatan 91 tahun Sumpah Pemuda harus menjadi refleksi bersama. Apalagi kata Said Pemilu 2019 sempat membuat kalangan milenial terpecah. Sehingga dari itu harus ada konsolidasi agar kedepan milenial ini bisa bersatu.

Disisi lain, lanjut Said ini juga bagian dari mendekatkan Milenial dengan Legislator yang ada di DPRD Kalbar. Karena DPRD Kalbar sebelumya tidak begitu terbuka dengan para pemuda.

“Sudah seharusnya parlemen ramah terhadap para milenial ini. Jangan ada lagi jarak antara pemuda dan DPRD Kalbar,” tuturnya.

Kata Said saat ini Kursi DPRD Kalbar mayoritas di isi oleh wajah-wajah baru. Dirinya berharap DPRD Kalbar berani melakukan evaluasi internal dan reformasi birokrasi didalam DPRD itu sendiri.

“Harus ada Reformasi birokrasi didalam DPRD Kalbar, agar lebih transparan dan akuntabel. Khususnya, bagaimana Anggota DPRD Kalbar berani melibatkan milenial dalam mengambil suatu kebijakan dan keputusan,” harapnya.

Sedangkan Anggota DPRD Kalbar, Erry Iriansyah mengatakan peran serta milenial sangat dibutuhkan untuk mendorong pembangunan di Kalbar kedepan.

“Generasi milenial harus peduli dengan daerah. Apalagi kedepan harapan daerah terhadap milenial ini sangat tinggi,” jelas Erry.

Selama ini menurut Erry, pemerintah kurang menyentuh potensi-potensi yang ada pada diri milenial. Padahal harusnya milenial mampu dirangkul oleh pemerintah untuk ikut berpartisipasi membantu pemerintah membangun daerah.

Kedepan, melalui DPRD Kalbar dirinya akan mendorong agar para pemuda di Kalbar lebih diperhatikan. Erry juga berkomitmen akan menyuarakan kepentingan masyarakat, khususnya kaum muda di Kalbar.

“Silahkan nanti kawan-kawan pemuda memberi masukan kepada kami di DPRD Kalbar. Saya membuka diri untuk dikritik dan diberi saran oleh kawan-kawan pemuda ini,” jelasnya.

Hal yang sama juga diungkapkan oleh Cok Hendri Ramapon yang mengajak milenial untuk peduli terhadap pembangunan daerah.

Karakter generasi milenial menurut dia sangat unik. Dimana mereka mendapatkan pengetahuan maupun informasi sangat cepat melalui kemajuan teknologi.

“Tinggal bagaimana lagi milenial ini diarahkan untuk memanfaatkan teknologi dengan baik,” jelasnya.

Menurut Cok Hendri Anggota DPRD Kalbar periode 2019 – 2024 yang berusia 25 – 40 tahun saat ini berjumlah sekitar 16 orang. Angka tersebut dia harapkan dapat membawa perubahan di DPRD Kalbar.

Dia juga berharap kepada generasi milenial untuk memberikan saran dan masukan, agar DPRD Kalbar kedepan mampu menyuarakan kepentingan pemuda kepada pihak eksekutif.

“Perlu ada kolaborasi antara kita (DPRD Kalbar) dan kawan-kawan. Sama-sama kita berpartisipasi membangun daerah ini,” tuturnya.

Menurut dia kebijakan yang perlu didorong saat ini yaitu peningkatan kualitas manusia di Kalbar. Dimana kebijakan tersebut dapat diaplikasikan melalui program-program pemberdayaan yang menyasar generasi milenial.

“Untuk meningkatkan kualitas SDM di Kalbar, bisa melalui pendidikan dan kesehatan. Dimana dua sektor ini sangat penting agar kualitas manusia di Kalbar lebih baik,” pungkasnya. (Red).