Arsip

Heli PK-CFX Jatuh di Nanga Taman, Evakuasi Terkendala Medan Curam

Tim SAR gabungan menemukan helikopter PK-CFX jatuh di Desa Tapang Tinggang, Kecamatan Nanga Taman. (Foto/ruai.tv)
Advertisement

SEKADAU, RUAI.TV – Tim SAR gabungan menemukan helikopter PK-CFX yang sempat hilang kontak di Desa Tapang Tinggang, Kecamatan Nanga Taman, Kabupaten Sekadau, Kamis siang, 16 April 2026.

Helikopter tersebut jatuh di Bukit Puntak Hulu, Dusun Gandhis, dengan kondisi medan tebing curam. Tim menemukan lokasi jatuh pada ketinggian lebih dari 70 MDPL.

Tim memastikan dua awak dan enam penumpang meninggal dunia di lokasi kejadian. Kondisi helikopter hancur dan hanya menyisakan bagian ekor.

Advertisement

Tim Basarnas bersama TNI, Polri, BPBD, Damkar, dan warga langsung bergerak menuju lokasi untuk mengevakuasi korban. Tim memulai proses evakuasi pada pukul 17.56 WIB.

“Proses evakuasi kita mulai pukul 17.56 WIB,” ujar On Scene Commander operasi SAR kecelakaan heli PK-CFX, Suaka Tarihoran, di lokasi kejadian.

Tim melaksanakan evakuasi dalam dua tahap. Tim mengangkat korban dari lokasi jatuh yang berada di medan curam ke atas bukit dengan ketinggian sekitar 87 MDPL, lalu menurunkannya ke posko evakuasi di Dusun Gandhis.

“Seluruh jenazah sudah berhasil kita kumpulkan dan kita masukkan dalam kantong jenazah sekitar pukul 22.03 WIB. Nanti akan kita turunkan ke bawah ke Posko Gandhis,” jelas Suaka.

Suaka menjelaskan tim menghadapi kesulitan besar saat mengumpulkan korban. Medan yang terjal memperlambat proses evakuasi. Tim juga membutuhkan waktu lebih dari dua jam untuk mengevakuasi dua jenazah yang terjepit mesin.

“Untuk evakuasi jenazah yang terjepit itu butuh waktu lebih dua jam,” tambahnya.

Selain mengevakuasi delapan kantong jenazah, tim SAR gabungan juga mengamankan satu kantong yang berisi engine recorder helikopter.

Tim SAR Pontianak mengerahkan sedikitnya 17 personel, termasuk dua personel dari SAR Sintang. TNI mengerahkan puluhan personel yang dipimpin Dandim Sanggau, sementara Polres Sekadau menurunkan puluhan personel di bawah komando Kabag Ops.

Tim merencanakan membawa seluruh jenazah ke Pontianak melalui jalur darat setelah proses evakuasi selesai. Tim belum memprioritaskan jalur udara karena mempertimbangkan kondisi medan yang sulit.

 

Advertisement