AMERIKA SERIKAT, RUAI.TV – Rektor Institut Teknologi Keling Kumang (ITKK), Stefanus Masiun, tampil sebagai narasumber dalam International Symposium on Cooperative Financial Institutions yang berlangsung pada 28–29 Mei 2026 di markas Perserikatan Bangsa-Bangsa, New York.
Forum internasional tersebut mengangkat tema “Fueling Inclusive and Equitable Growth” serta menghadirkan pemimpin koperasi, akademisi, praktisi keuangan, dan pembuat kebijakan dari berbagai negara.
Pada sesi panel hari kedua bertajuk “Fostering Purposeful Leadership in Cooperative Financial Institutions”, Stefanus menekankan pentingnya kepemimpinan visioner yang berfokus pada pelayanan anggota. Ia menilai arah kepemimpinan menjadi kunci ketahanan lembaga keuangan koperasi dalam menghadapi tantangan pembangunan global pasca-2030.
“Kepemimpinan koperasi harus berakar pada nilai pelayanan, bukan sekadar orientasi pertumbuhan. Model seperti ini mampu menjaga kepercayaan anggota sekaligus memperkuat ketahanan lembaga,” ujar Stefanus dalam forum tersebut.
Ia juga menyoroti perlunya penguatan kapasitas sumber daya manusia sebagai fondasi utama koperasi modern. Menurutnya, investasi pada pendidikan dan pendampingan anggota akan menentukan keberlanjutan lembaga keuangan berbasis komunitas.
Dalam paparannya, Stefanus membawa pengalaman Credit Union (CU) Keling Kumang di Kalimantan Barat sebagai contoh praktik nyata. Ia menjelaskan bahwa pendekatan berbasis komunitas mampu mendorong inklusi keuangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan anggota secara berkelanjutan.
“Penguatan ekonomi masyarakat tidak cukup melalui akses keuangan. Koperasi harus hadir dengan pendidikan, pelatihan, dan pendampingan agar anggota mampu mengelola sumber daya secara mandiri,” katanya.
Stefanus juga menilai koperasi memiliki peran strategis dalam menjawab ketimpangan ekonomi global. Ia menegaskan bahwa koperasi mampu menjadi instrumen pemerataan melalui pendekatan partisipatif dan berbasis kebutuhan anggota.
Diskusi panel tersebut turut melibatkan perwakilan dari India, Siprus, Kamerun, serta kawasan Asia Pasifik. Para peserta membahas strategi penguatan tata kelola organisasi, pembangunan ekosistem koperasi yang tangguh, serta upaya menyiapkan generasi muda sebagai pemimpin masa depan sektor keuangan inklusif.
Kehadiran Stefanus dalam forum tersebut memperlihatkan pengakuan internasional terhadap praktik koperasi kredit yang berkembang di Kalimantan Barat. Ia memanfaatkan momentum tersebut untuk memperkenalkan inovasi pemberdayaan masyarakat yang lahir dari CU Keling Kumang dan ITKK.
Simposium yang digagas International Cooperative Banking Association (ICBA) bersama International Cooperative Alliance (ICA) menegaskan peran penting koperasi dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). Forum tersebut juga mendorong perluasan akses layanan keuangan serta penguatan pertumbuhan ekonomi yang lebih adil.
Melalui partisipasi tersebut, Stefanus Masiun berharap praktik koperasi berbasis komunitas dari Indonesia dapat menjadi referensi global. Ia juga mendorong kolaborasi lintas negara guna memperkuat peran koperasi sebagai pilar ekonomi kerakyatan.
“Kolaborasi global membuka peluang besar bagi koperasi untuk berkembang lebih adaptif dan relevan dengan tantangan masa depan,” pungkasnya.
Lihat Juga:















Leave a Reply