SINTANG, RUAI.TV – Warga di dua kabupaten di Kalimantan Barat terus merasakan dampak dugaan pencemaran lingkungan yang berasal dari aktivitas PT Mitra Karya Sentosa (PT MKS).
Hingga Jumat, 3 April 2026, sebaran limbah yang diduga berasal dari kolam penampungan perusahaan tersebut meluas ke sejumlah wilayah.
Warga melaporkan kemunculan minyak kotor di beberapa titik aliran sungai. Mereka melihat langsung cairan berwarna pekat yang mengalir dan mencemari sumber air.
Sebaran dampak tercatat meliputi Kecamatan Ketungau Hulu, Kabupaten Sintang, serta Kecamatan Sekayam, Kabupaten Sanggau. Di wilayah Sintang, sekitar 18 dusun mengaku merasakan dampak pencemaran.
Masyarakat menggantungkan kebutuhan hidup pada sungai. Kondisi ini langsung memukul aktivitas ekonomi warga setelah ikan mati dalam jumlah besar. Warga juga menghadapi gangguan kesehatan setelah menggunakan air sungai yang tercemar.

Selono, warga Sungai Surya, Kecamatan Ketungau Hulu, menyampaikan keluhan yang ia rasakan. Ia mengaku mengalami batuk dan pusing setelah beraktivitas menggunakan air sungai.
“Warga melihat bekas kolam yang jebol melalui video. Banyak dusun menyaksikan langsung dampaknya. Saya sendiri masih batuk dan pusing. Bau air sungai saja sudah tidak tertahankan,” ujarnya.
Kepala Desa Malenggang, Kecamatan Sekayam, Sopian, juga membenarkan kondisi serupa di wilayahnya. Ia menyebut warga menemukan ikan mati di Sungai Daun dan sekitarnya.
“Ikan sudah mati semua. Warga kesulitan memastikan kondisi air sekarang, tetapi sebelumnya air sungai mengeluarkan bau menyengat,” jelasnya.

Warga menyatakan belum menerima tanggapan dari pihak perusahaan. Mereka menggelar pertemuan untuk menentukan langkah lanjutan, termasuk rencana pemberian sanksi adat.
Masyarakat juga mendesak pemerintah segera turun tangan, melakukan pemeriksaan menyeluruh, serta menjatuhkan sanksi tegas jika pelanggaran terbukti.
Lihat Juga:















Leave a Reply