Arsip

4 Tangki Sehari, Kok Bisa SPBU Kekurangan BBM?

Antrean BBM di Kabupaten Sintang. Foto: ruai.tv/dok

SINTANG, RUAI.TV – Koordinator Aliansi Masyarakat Peduli Kelangkaan BBM Kabupaten Sintang, Andreas, mempertanyakan distribusi bahan bakar minyak atau BBM ke sejumlah SPBU di Kabupaten Sintang.

Andreas menyampaikan pernyataan tersebut pada Selasa, 22 September 2026, setelah mengikuti pertemuan dengan pihak Pertamina pada Minggu malam, 20 September 2026.

Pertemuan itu membahas antrean panjang dan kelangkaan BBM yang terjadi di sejumlah SPBU di Kabupaten Sintang.

Advertisement

Dalam pertemuan tersebut, Andreas dan aliansi meminta Pertamina membuka data delivery order atau DO serta data pengiriman BBM dari depo ke masing-masing SPBU.

Andreas menyebut data yang mereka terima menunjukkan pengiriman BBM berlangsung setiap hari. Bahkan, satu SPBU dapat menerima pasokan hingga empat tangki dalam sehari.

“Rupanya itu setiap hari dikirimkan. Bahkan satu SPBU sampai empat tangki sehari. Nah, ini yang memang menjadi pertanyaan kita, kenapa? Kenyataannya, SPBU menyampaikan bahwa mereka kurang,” kata Andreas, Selasa, 22 September 2026.

Andreas mempertanyakan perbedaan antara data pengiriman dari Pertamina dengan kondisi yang disampaikan pengelola SPBU.

Menurut dia, pihak SPBU menyampaikan kekurangan pasokan, sementara data yang diminta dari Pertamina menunjukkan adanya pengiriman BBM setiap hari.

“Kenyataannya, SPBU menyampaikan bahwa mereka kurang. Kurang pengiriman, tidak ada. Terjadilah antre-berantrean di sini. Benang merahnya di sini yang ingin kita bahas bersama, bersama pemerintah,” ujarnya.

Untuk memperjelas persoalan tersebut, Andreas menyebut pihaknya meminta Pertamina mempertemukan aliansi dengan para pemilik SPBU. Pertemuan itu rencananya berlangsung pada pekan berikutnya.

“Kami minta Pertamina dan Perkompina setiap empat kabupaten untuk bertemu dengan kita, dengan pemilik SPBU. Nanti diperkirakan minggu depan,” katanya.

Andreas menyebut permintaan tersebut mengacu pada hasil pertemuan sebelumnya dengan Pertamina pada 9 September 2026. Ia berharap pertemuan bersama pemilik SPBU dapat membuka persoalan distribusi BBM secara lebih jelas.

Andreas mengatakan pihaknya akan menunggu tindak lanjut dari Pertamina dan pemerintah. Ia juga menyebut unsur aparat penegak hukum masuk dalam pembahasan terkait persoalan kelangkaan BBM tersebut.

“Mudah-mudahan secepatnya nanti kita akan tunggu. Kalau memang ini tidak disambut dengan baik, itu kami akan melakukan upaya dengan cara kami,” tegas Andreas. (red/tio/ts)

Advertisement