Konten disediakan oleh DigiCorner, zona cerita dari Ruai TV.
Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kini menjadi ancaman serius di berbagai wilayah Indonesia. Deteksi dini dari masyarakat sangat krusial untuk mencegah api meluas menjadi bencana kabut asap yang merugikan kesehatan.
Jika melihat asap, titik api, atau aktivitas pembakaran lahan yang mencurigakan, jangan ragu untuk bertindak. Segera laporkan kejadian tersebut ke pihak berwenang.
Baca juga:
Netizen Msia “Semprot” RI Soal Kabut Asap: Tetangga Macam Apa Anda!
Catat Nomornya
Masyarakat dapat melakukan pengaduan cepat kepada Posko Karhutla Manggala Agni Kementerian Kehutanan melalui jalur komunikasi berikut:
- 📱 WhatsApp: +62 813-1003-5000
- 📞 Telepon: 021-5704618
- ✉️ Email: [email protected]
Kementerian Kehutanan melalui akun Facebook yang terverifikasi (centang biru), merilis, saat ini, tim gabungan yang terdiri dari Manggala Agni Kemenhut, TNI, Polri, BNPB, BMKG, BPBD, dan masyarakat sedang melakukan operasi penanganan masif.
Operasi lapangan mencakup pemadaman darat hingga pengerahan 53 unit armada udara (34 helikopter untuk operasi bom air atau water bombing dan 19 armada patroli/modifikasi cuaca). Kondisi di lapangan saat ini membutuhkan kewaspadaan ekstra akibat ratusan titik panas yang terdeteksi.
Baca juga:
Karhutla “Mengamuk” di Lintang Batang, Rumah Sukandar Tinggal Puing
Satelit SiPongi yang bersumber dari satelit Terra/Aqua, SNPP, dan NOAA-20, pada 31 Agustus 2026 pukul 21.18 WIB mendeteksi adanya 535 hotspot dengan tingkat kepercayaan tinggi (high confidence).
Wilayah yang menjadi perhatian utama meliputi:
- Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Timur.
- Sumatera Selatan, Riau, dan Jambi.
Kualitas Udara Memburuk, Zona Merah dan Kuning
Pantauan BMKG menunjukkan dampak asap kebakaran telah menurunkan kualitas udara secara signifikan di beberapa titik. Zona merah (kategori sangat tidak sehat) terjadi di wilayah Kalimantan Tengah dan bagian utara Kalimantan Barat.
Sedangkan Zona kuning (kategori tidak sehat) masih meluas di Sumatera bagian tengah hingga utara (Riau, Jambi, Sumatra Utara) serta Papua bagian selatan. (dig/*)















Leave a Reply