PONTIANAK, RUAI.TV – Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Barat periode 2004–2014, Suprianto, menyerukan persatuan seluruh elemen masyarakat untuk menghadapi bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda sejumlah wilayah di Pulau Kalimantan, khususnya Kalimantan Barat.
Suprianto mengajak masyarakat mengesampingkan perbedaan agama, suku, budaya, bahasa, dan adat istiadat. Menurut dia, keberagaman merupakan kekayaan bangsa yang perlu masyarakat hormati dan rawat bersama.
Ia juga mengajak seluruh masyarakat memperkuat silaturahmi dan persaudaraan sebagai bagian dari semangat menjaga persatuan Indonesia.
“Sebagai anak bangsa, mari kita bergandengan tangan membangun silaturahmi dan persaudaraan dengan seluruh elemen masyarakat. Perbedaan agama, suku, budaya, bahasa, dan adat istiadat merupakan kekayaan bangsa yang harus kita hormati dan rawat bersama,” kata Suprianto, Minggu (30/8) malam.
Suprianto menegaskan, semangat persatuan harus mencakup seluruh wilayah Indonesia, dari Sabang hingga Merauke. Ia mengingatkan bahwa seluruh masyarakat memiliki satu tanah air dan satu kesatuan dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Menurut Suprianto, semangat tersebut sejalan dengan nilai-nilai Pancasila yang mengajarkan penghormatan terhadap keberagaman, kemanusiaan, persatuan, musyawarah, serta keadilan sosial.
Seruan persatuan itu semakin kuat ketika Suprianto menyoroti kondisi karhutla yang terjadi di Kalimantan. Ia mengajak seluruh masyarakat bersatu dalam doa agar Tuhan Yang Maha Kuasa memberikan hujan yang cukup sehingga kebakaran segera padam.
“Mari kita bersatu dalam doa. Kiranya Tuhan Yang Maha Kuasa memberikan hujan yang cukup agar kebakaran segera padam, kabut asap berkurang, udara kembali bersih, dan seluruh masyarakat Kalimantan diberikan keselamatan serta kedamaian,” ujarnya.
Selain mengajak masyarakat berdoa, Suprianto menekankan pentingnya tanggung jawab bersama dalam menjaga hutan dan lingkungan. Ia meminta masyarakat tidak melakukan pembakaran hutan dan lahan serta membangun semangat gotong royong untuk mencegah dampak karhutla semakin meluas.
Bagi Suprianto, doa dan kepedulian terhadap lingkungan harus berjalan bersama. Masyarakat perlu mengambil peran sesuai kapasitas masing-masing untuk menjaga keselamatan bersama sekaligus mempertahankan kelestarian lingkungan.
“Kita tidak hanya berdoa, tetapi juga harus bertanggung jawab menjaga hutan dan lingkungan, tidak melakukan pembakaran hutan dan lahan, serta bergotong royong menjaga keselamatan bersama,” katanya.
Suprianto kembali mengingatkan pentingnya menjaga persaudaraan di tengah keberagaman masyarakat Kalimantan. Ia mengajak masyarakat tetap hidup berdampingan dengan semangat persatuan dan Pancasila.
“Berbeda agama, tetap bersaudara. Berbeda suku, tetap satu bangsa. Berbeda budaya, tetap satu Indonesia. Bersatu dalam Pancasila, menjaga NKRI,” tegasnya.
Ia berharap kondisi karhutla segera berakhir, hujan turun secara merata, kabut asap berkurang, serta masyarakat Kalimantan dapat kembali menjalankan aktivitas dengan aman dan nyaman.
“Kiranya Tuhan melindungi seluruh masyarakat Kalimantan, menurunkan hujan, memadamkan kebakaran, dan memberikan kedamaian bagi Indonesia. Amin,” tutup Suprianto.
Suprianto juga menegaskan pesan persatuannya melalui seruan: Indonesia Damai, Kalimantan Damai, Kalimantan Barat Damai.(dig/ts)















Leave a Reply