Konten disediakan oleh DigiCorner, zona cerita dari Ruai TV.
Hujan buatan kini menjadi solusi mendesak! Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menjadi ancaman tahunan yang membutuhkan penanganan cepat dan terintegrasi. Selain mengandalkan tim darat, satu di antara strategi udara paling ilmiah dan efisien berupa Operasi Modifikasi Cuaca (OMC).
Teknologi ini menjadi penting untuk mitigasi bencana asap dan memadamkan titik api (hotspot) pada area yang sulit dijangkau oleh manusia.
Baca juga:
Kalimantan Bertabur Hotspot, Kalbar Peringkat Kedua, BNPB Kerahkan 5 Helikopter Bom Air
Apa Itu OMC dan Bagaimana Sistem Kerjanya?
Deputi Bidang Modifikasi Cuaca BMKG, Tri Handoko Seto, di situs resmi BMKG, menjelaskan, dalam menghadapi tantangan ancaman kekeringan dan karhutla, BMKG mengintensifkan penyemaian awan melalui OMC.

OMC merupakan operasi intervensi atmosfer terkendali. Secara teknis, saat radar cuaca mendeteksi adanya potensi pertumbuhan awan-awan konvektif, tim udara akan langsung bergerak melakukan penyemaian awan (cloud seeding).
Tri Handoko Seto menguraikan, sistem kerja OMC ditujukan untuk pembasahan lahan gambut untuk mengantisipasi dan memitigasi bencana karhutla. Penyemaian awan dilakukan dengan menaburkan bahan higroskopis seperti garam dapur (NaCl) menggunakan pesawat terbang.
Baca juga:
Apa Arti PM2.5? Debu Karhutla Tak Bisa Disaring Bulu Hidung Manusia!
Proses ini bertujuan untuk mengisi kubah-kubah air yang berada di lahan gambut sehingga mencegah lahan gambut kering dan mudah terbakar karena telah dibasahi oleh hujan buatan. Keberhasilan operasi ini sangat bergantung pada pendekatan adaptif yang mengikuti dinamika atmosfer dan ketersediaan awan potensial di atas wilayah sasaran.

Enam Armada OMC Dikerahkan
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melalui rilis per Jumat (21/08/2028) menyebut, kekuatan operasi udara di enam provinsi prioritas sedang digelar. Dalam operasi berskala regional, BNPB mengerahkan total 6 unit armada khusus OMC dari keseluruhan 39 unsur udara yang sedang beroperasi di lapangan.
Baca juga:
Pers Asing Soroti Karhutla Kalbar, Picu Kabut Asap Lintas Batas
Penempatan armada pesawat untuk OMC dipetakan secara merata di enam provinsi. Masing-masing satu armada OMC di Provinsi Kalbar, Kalteng, Kalsel, Sumsel, Jambi, dan Riau.
Operasi OMC di enam wilayah prioritas ini dilaksanakan dengan mempertimbangkan kondisi pertumbuhan awan dan kebutuhan penanganan di wilayah rawan. Operasi udara ini berjalan beriringan dengan pengerahan helikopter patroli, helikopter water bombing atau bom air.
Sekaligus penguatan operasi darat di bawah kendali pos komando (posko) untuk memastikan titik api di lapangan dapat dikendalikan. (dig/hep)















Leave a Reply