Arsip

Gerakan Pemuda Desa Sungai Segak Siapkan Pelajar Hadapi Era Digital

Pemuda Desa Sungai Segak gelar kegiatan Goes To School sebagai upaya mempersiapkan pelajar menghadapi Era Digital. (Foto/ruai.tv)

LANDAK, RUAI.TV – Gerakan Pemuda Desa (GPD) Sungai Segak menuntaskan program GPD Goes To School yang berlangsung selama empat hari, mulai 10 hingga 13 Agustus 2026.

Program tersebut menyoroti penguatan kapasitas pelajar desa melalui peningkatan literasi digital, kepemimpinan, pengembangan keterampilan, serta kesiapan menghadapi perubahan teknologi.

GPD menggelar kegiatan tersebut di sejumlah sekolah tingkat Madrasah Aliyah dan Sekolah Menengah Atas di Desa Sungai Segak. Tim GPD mengawali rangkaian kegiatan melalui kunjungan ke MA Al-Multazam dan MAS Al-Hikmah pada 10 Agustus 2026.

Advertisement

Selanjutnya, tim melanjutkan kegiatan ke MA At-Ta’lim I dan SMAS At-Ta’lim II pada 11 Agustus 2026. MA/SMA Babul Ulum menjadi lokasi terakhir sekaligus penutup rangkaian program pada 13 Agustus 2026.

Ketua GPD Sungai Segak, Wakip Tanjung, menegaskan bahwa pemuda memiliki peran penting dalam mendukung kemajuan pendidikan, terutama bagi pelajar yang tinggal di wilayah pedesaan.

“Pemuda hadir bukan untuk menggantikan peran guru, melainkan menjadi mitra yang mampu memberikan pendampingan, motivasi, dan membuka wawasan baru bagi pelajar desa,” kata Wakip Tanjung.

Melalui program tersebut, GPD mendorong pelajar agar memiliki kesiapan menghadapi perubahan yang berlangsung sangat cepat. GPD menilai kemampuan akademik saja belum cukup untuk menjawab tantangan masa depan.

Karena itu, setiap sesi kegiatan menekankan pentingnya penguasaan literasi digital, keterampilan komunikasi, kepemimpinan, kewirausahaan, serta pemanfaatan teknologi, termasuk kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI).

GPD juga memperkenalkan sejumlah program pembinaan yang akan menjadi agenda berkelanjutan bagi pelajar desa. Program tersebut mencakup pendampingan belajar, peningkatan literasi digital, pelatihan public speaking, penguatan kepemimpinan, pengenalan kewirausahaan, hingga pemetaan potensi pelajar sesuai minat dan bakat.

Menurut Wakip, pelajar desa membutuhkan ruang yang mampu mendukung proses pengembangan diri secara berkelanjutan.

“Pendidikan harus mampu memberikan gambaran yang jelas tentang masa depan. Anak-anak perlu memahami hubungan antara pendidikan, keterampilan, peluang kerja, dan kesempatan membangun usaha,” ujarnya.

Selain menyoroti peningkatan kualitas sumber daya manusia, GPD juga menaruh perhatian terhadap persoalan anak yang berisiko meninggalkan bangku sekolah. GPD menilai pencegahan putus sekolah membutuhkan keterlibatan banyak pihak, mulai dari keluarga, sekolah, pemerintah desa, masyarakat, hingga pemuda.

Wakip menjelaskan bahwa langkah awal yang perlu dilakukan ialah mengenali pelajar yang rentan mengalami putus sekolah melalui pendataan dan pendekatan secara langsung. Setelah itu, seluruh pihak perlu memetakan berbagai faktor penyebab, seperti keterbatasan ekonomi, kondisi keluarga, rendahnya motivasi belajar, maupun pengaruh lingkungan.

“Upaya mencegah putus sekolah tidak bisa menjadi tanggung jawab satu pihak. Seluruh elemen perlu membangun kolaborasi agar setiap anak memperoleh kesempatan yang sama untuk menyelesaikan pendidikan,” katanya.

Berakhirnya rangkaian GPD Goes To School menandai dimulainya berbagai program pembinaan yang akan terus berlanjut di Desa Sungai Segak.

Melalui gerakan tersebut, GPD berupaya memperluas akses pendampingan bagi pelajar desa agar mampu mengembangkan potensi, meningkatkan keterampilan, serta memperkuat daya saing pada era digital.(dig/ts)

Advertisement