Arsip

Pemuda Adat Moi Bubarkan Pertemuan Pemerintah dengan PT PAM

Pemuda Adat Moi membubarkan pertemuan Pemerintah Kabupaten Sorong dengan PT Papua Agri Mandiri. (Foto/JMA Sorong)

SORONG, RUAI.TV – Pemuda Adat Moi membubarkan pertemuan Pemerintah Kabupaten Sorong dengan PT Papua Agri Mandiri atau PT PAM di Hotel Aimas, Sorong, Papua Barat Daya, Selasa (11/8/2026).

Aksi tersebut berlangsung saat pemerintah daerah dan pihak perusahaan menggelar pertemuan. Pemuda Adat Moi masuk ke lokasi dan meminta pertemuan dihentikan.

Pemuda Adat Moi menyatakan aksi itu berangkat dari persoalan tanah adat yang menurut mereka telah berlangsung selama puluhan tahun. Mereka mengaku mewakili masyarakat adat di kampung-kampung yang merasa mengalami persoalan terkait penguasaan tanah dan aktivitas perusahaan.

Advertisement

“Bubar, kamorang stop tipu tong pung orang tua di kampung.” Pernyataan tersebut menggema saat Pemuda Adat Moi meminta pertemuan pemerintah dengan PT PAM dihentikan.

Pemuda Adat Moi juga mendesak Pemerintah Kabupaten Sorong dan pejabat Papua tidak menerbitkan izin dalam bentuk apa pun kepada korporasi yang menurut mereka mengancam hak, wilayah, dan identitas masyarakat adat Moi.

Gambar: Wailayah adat mamsuk dalam konsesi perusahaan dihargai 300 ribu rupiah per hektar. (Foto/JMA Sorong)

Mereka menyatakan masyarakat adat Moi selama ini menghadapi persoalan eksploitasi sumber daya alam serta penguasaan wilayah adat. Karena itu, mereka meminta pemerintah mempertimbangkan hak masyarakat adat dalam setiap rencana pemanfaatan wilayah di tanah Moi.

Aksi tersebut sekaligus menjadi bentuk penolakan Pemuda Adat Moi terhadap pembahasan rencana perusahaan yang berkaitan dengan pemanfaatan lahan dan sumber daya alam di wilayah Sorong.

Pemuda Adat Moi menegaskan tanah adat merupakan warisan leluhur yang harus mereka pertahankan. Mereka meminta pemerintah tidak mengambil keputusan terkait wilayah adat tanpa mempertimbangkan kepentingan dan hak masyarakat adat Moi. (JMA/ts)

Advertisement