Kegigihan dalam menuntut ilmu tanpa memandang batasan usia ditunjukkan secara nyata oleh Redemptus Musa. Dia merupakan tokoh pendidik senior asal Kalimantan Barat.
Di usianya yang telah menginjak 65 tahun, pensiunan Pegawai Negeri Sipil (PNS) ini sukses mempertahankan riset akademiknya dalam sidang Ujian Terbuka Disertasi dan Promosi Doktor pada Program Pascasarjana Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Palangka Raya, Selasa (11/08/2026).
Keberhasilan tersebut mengantarkannya menyandang gelar Doktor Pendidikan Agama Kristen setelah menuntaskan studi strata tiga (S3) di kampus keagamaan negeri tersebut. Di hadapan para dewan penguji Pascasarjana IAKN Palangka Raya, Musa memaparkan naskah disertasi mendalam yang fokus membahas tema kepemimpinan lokal perempuan.
Disertasinya berjudul “Kepemimpinan Kontekstual Perempuan Dayak Iban Kristiani Berbasis Nilai-Nilai Injil Matius 5:13-14 di Asrama Putri Kumang Sekadau, Kalimantan Barat”.
Baca juga:
Pencapaian akademik tertinggi ini menjadi pelengkap dari rekam jejak panjang pengabdian nyata sang doktor di dunia pendidikan yang telah membentang selama 40 tahun. Lahir di Tapang Sambas, Kabupaten Sekadau, suami dari Natalia Nansi sekaligus ayah dari dua anak ini mengawali karier dasarnya sebagai guru di SD Slamet Riadi Sekadau pada tahun 1981.

Setelah itu, Musa mendedikasikan sebagian besar masa baktinya di Kabupaten Ketapang. Mulai dari menjadi guru di SMP St. Agustinus Ketapang selama tiga dekade, mengajar di SMK St. Petrus Ketapang, menjabat sebagai Kepala SMK St. Petrus Ketapang periode 2012–2018, hingga mengajar di SMA Negeri 2 Ketapang. Dia memasuki masa pensiun PNS per 1 Februari 2021.
Baca juga:
Mengubah Stigma “Dukun Beranak” di Hari Masyarakat Adat Sedunia 2026
Musa memegang motto hidup “The greatest pleasure in my life is doing what people say you can not do” (Kenikmatan terbesar dalam hidup saya adalah melakukan apa yang orang lain katakan tidak bisa Anda lakukan).
Menjalani pendidikan dasar dari SDN Tapang Semadak dan SD Karya Derajau Sekadau, kemudian melanjutkan ke SMP St. Gabriel, SPG St. Paulus, hingga SMA PGRI Sekadau. Peningkatan kualifikasi gurunya ditempuh secara bertahap mulai dari jenjang D1 PGSMTP Negeri Pontianak, D3 dan S1 Pendidikan Matematika di Universitas Terbuka (UT), S2 Manajemen Pendidikan di STIE Ganesha Jakarta.
Hingga akhirnya berlabuh pada gelar S3 Doktor di IAKN Palangka Raya. (dig/hep)














Leave a Reply