Air Sungai di Nanga Mahap Keruh, Diduga Tercemar Limbah PETI

Kondisi satu di antara aliran sungai di Kecamatan Nanga Mahap, Kebupaten Sekadau, yang keruh pekat. Foto: IST/ruai.tv

SEKADAU, RUAI.TV – Warga Kecamatan Nanga Mahap, Kabupaten Sekadau, Kalimantan Barat, Agus mengeluhkan air Sungai Sekadau dan Sungai Senaot saat ini keruh. Penyebabnya, diduga karena ada aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di perhuluan sungai.

Agus mengatakan, ada empat desa yang hingga kini masih ada aktivitas PETI, yakni Desa Lembah Beringin, Desa Teluk Kebau, Desa Landau Apin dan Desa Nanga Suri.

Baca juga: Polres Ketapang Tangkap 6 Pekerja PETI Asal Landak

“Padahal 2 Februari 2021 lalu, Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Nanga Mahap sudah mengelar rapat koordinasi mambahas penertiban PETI,” kata Agus kepada ruai.tv, Senin (01/02/2021).

Dalam rapat yang juga dihadiri tokoh masyarakat, kepala desa hingga kepala dusun ini disepakati tiga hal.

Baca juga: Wow, Cukong PETI Ini Punya Tiga Ekskavator

Menghentikan kegiatan PETI di wilayah Kecamatan Nanga Mahap; penambang diimbau segera menghentikan kegiatannya paling lambat 9 Februari 2021; apabila pihak penambang tidak mematuhi imbauan ini sampai batas waktu yang telah ditentukan, akan diadakan penertiban ke lapangan dan diproses sesuai hukum.

Setelah rapat bersama itu hingga kini, aktivitas PETI masih berlangsung. Warga yang mandi ke Sungai Senaot mengalami gatal-gatal.

Baca juga: Ngeri, Pemilik PETI di Kalteng Punya Senjata Api

“Tidak ada tindakan untuk mereka, malahan Sungai Nanga Suri seperti air susu. Air sungai Sekadau jadi kuning,” ujar Agus yang juga Ketua Taruna Tanggap Bencana (Tagana) Kecamatan Nanga Mahap.

Warga yang mandi di Sungai Senaot, aliran dari Desa Nanga Suri, mengalami gatal-gatal di badan. Lebih pekat keruhnya dan berbau amis. (TS)