Arsip

Waterfront di Pontianak Perpaduan Zaman Dulu dan Modern

Waterfront di Pontianak Permaduan Zaman Dulu dan Modern
Wali Kota Pontianak melakukan peninjauan pembangunan waterfront di tepian Sungai Kapuas. Foto: courtesy Prokopim Kota Pontianak/ruai.tv
Advertisement

Baca juga: Pembacokan Sadis di Melawi, 3 Korban Luka Parah

Waterfront di Pontianak Instragamable

Saat ini, pemerintah kota membangun waterfront yang memiliki panjang 1,2 kilometer. Sampat saat ini, pengerjaannya baru mencapai sekitar 35 persen.

“Kita targetkan selesai pada 2022 mendatang. Pengerjaan waterfront secara multiyears dengan anggaran dari APBD Pemkot Pontianak,” terangnya.

Advertisement

Area waterfront di kawasan itu menghubungkan kawasanwaterfront yang sudah ada saat ini. Kelak jika proses pengerjaannya sudah selesai, masyarakat bisa berjalan kaki menyusurinya, menikmati suasana tepian sungai dari area Taman Alun Kapuas hingga ke Gg Kamboja.

“Kami akan meneruskan lagi pengerjaan waterfront ini hingga ke Kampung Bansir,” kata Edi.

Sejumlah ruko di tepian sungai harus menjalani pemotongan lokasi sekitar lima meter. Sebab penataan jalurnya memerlukan tambahan luas area. Dengan begitu, ruko-ruko bisa menghadap ke kawasan sungai. Tidak lagi membelakangi sungai seperti kondisi saat ini.

Pemerintah kota juga merancang sejumlah spot yang instragamable. Melengkapinya dengan taman-taman, lampu, dan ampiteater, sehingga masyarakat merasa lebih nyaman.

“Waterfront bisa menjadi pusat aktivitas masyarakat untuk melakukan kreatifitas,” ujar Edi. (*SVE)

Advertisement