Pontianak Targetkan 226 Ribu Anak Terima Vaksin Campak Rubella

vaksin campak
Seorang pelajar mendapatkan imunisasi saat pencanangan Bulan Imunisasi Anak Nasional (BIAN) di Kota Pontianak. Foto: Prokopim/ruai.tv

PONTIANAK, RUAI.TV – Jumlah anak usia 9 bulan hingga 12 tahun di Kota Pontianak sekitar 250 ribu anak. Dari jumlah ini, target minimal untuk pemberian vaksin campak rubella setidaknya untuk 226.104 anak.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Pontianak, Sidiq Handanu, mengatakan, target itu yang hendak mereka capai pada Bulan Imunisasi Anak Nasional (BIAN) 2022. Handanu memaparkan data tersebut, saat peluncuran BIAN, Rabu (18/5/2022), di SD Mujahidin Pontianak.

Dia menyebut, ada dua agenda utama BIAN. Pertama, memberikan vaksinasi campak rubella tanpa memandang status imunisasi (baik yang sudah mendapat Imuninasi Dasar Lengkap atau IDL maupun belum). Kedua, mempersiapkan pelaksanaan BIAN di antaranya dengan melakukan sosialisasi.

Baca juga: Hampir 100 Persen, Capaian Vaksinasi COVID-19 di Pontianak

“Keseluruhan agenda ini memerlukan waktu lebih dari sebulan,” ujar Handanu.

Selain itu, Pemerintah Kota akan melaksanakan vaksinasi kejar, dengan cara melengkapi vaksinasi kepada anak imunisasi dasar pada anak umur 12 bulan sampai 5 tahun. Pemberian vaksin dalam bentuk oral, injeksi, dan pentavalen.

“Bagi para orang tua yang ingin membawa anaknya untuk vaksinasi, pusat vaksinasi sudah tersedia di banyak tempat,” kata Handanu.

Vaksin Campak

Fasilitas ini tersebar di 29 Puskesmas, 12 rumah Sakit, dan 293 posyandu. Juiga ada di empat klinik swasta, 242 TK/PAUD Sederajat, 214 SD/Sederajat, hingga 58 bidan praktik mandiri.

Baca juga: 31 Desa di Sintang Kumpul Modal Rp 200 Juta, Ini Usahanya

“Semuanya sudah siap melakukan vaksinasi pada BIAN kali ini. Kalau di bulan ini belum mencapai target, maka akan terus dilanjutkan sampai bulan-bulan selanjutnya,” sebut Handanu.

Pemerintah pusat mencanangkan BIAN 2022 serentak di seluruh wilayah Indonesia. Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, yakin target ini bakal tercapai dalam kurun satu bulan.

Dia menyebut, cakupan IDL sempat terkendala pembatasan akibat pandemi COVID-19. Juga ada faktor lain, seperti keengganan sebagian orang tua membawa anak ke fasilitas kesehatan di masa pandemi.

“Saya mengajak semua orang tua di Kota Pontianak untuk membawa anak-anaknya ke faskes terdekat untuk mendapatkan imunisasi,” kata Edi. (*/RED)