Kampung Donor Darah di Kelurahan Saigon, Percontohan untuk Wilayah Lain

Pencanangan Kampung Donor Darah di Kelurahan Saigon, dirangkai dengan aksi donor darah. Foto: IST/ruai.tv

PONTIANAK, RUAI.TV – Kelurahan Saigon di Kecamatan Pontianak Timur, menjadi percontohan Kampung Donor Darah untuk seluruh kelurahan yang ada di Kota Pontianak, Kalimantan Barat.

Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono, Minggu (28/03/2021) meresmikan pencanangan Kampung Donor Darah di Jl Padat Karya, Komplek Didis Permai, RT 03 RW 15 Kelurahan Saigon.

Baca juga: Rusak, Satu-satunya Jembatan Penghubung Antar Dusun di Sei Beringin

Pencanangan tersebut sekaligus dirangkaikan dengan kegiatan donor darah yang diikuti sebanyak 105 pendonor. Dari jumlah itu, 95 kantong darah terkumpul.

Wali kota berharap, pencanangan ini menjadi percontohan bagi kelurahan-kelurahan lainnya.

Baca juga: 74 Calhaj Lansia Ketapang Ikuti Vaksinasi di RSUD Agoes Djam

“Saya berharap masing-masing wilayah membentuk kampung donor darah sebagai wujud kepedulian sosial,” ujar Edi.

Dia memaparkan, kebutuhan darah setiap hari di Kota Pontianak sekitar 150 kantong. Jumlah itu tidak bisa dipenuhi seluruhnya oleh Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Pontianak. Kondisi saat ini, hanya sanggup menyediakan sekitar 70 hingga 80 kantong darah per hari.

Baca juga: 50 Calhaj Landak Terima Vaksin Dosis Pertama

“Darah tidak bisa diproduksi dengan mesin, hanya dari tubuh manusia. Oleh sebab itu kita terus mensosialisasikan kepada siapapun untuk mendonorkan darahnya demi kemanusiaan,” tutur Edi.

Warga yang telah mendonorkan darahnya akan dicatat dalam database pendonor. Sehingga ketika dibutuhkan, warga bisa menghubungi para pendonor tersebut.

Baca juga: VIDEO: Pernyataan Uskup Agung Pontianak Terkait Bom di Gereja Katedral Makassar

“Karena setiap orang yang mendonorkan darahnya tidak bisa dilakukan setiap hari, tetapi harus ada rentang waktu antara 3-4 bulan,” terangnya.

Lurah Saigon, Yuspriati mengatakan, keberadaan Kampung Donor Darah semakin memudahkan pelayanan kemanusiaan. Lebih tersistematis dan mendekatkan masyarakat.

Baca juga: Pengantin Baru Jaringan JAD, Pelaku Bom Bunuh Diri di Katedral Makassar

Para pegiat dan relawan diharapkan tidak semata mendonorkan darah, tetapi menjalin komunikasi secara terorganisasi untuk mengajak, mengedukasi, dan mensosialisasikan manfaat donor darah.

“Darah sangat dibutuhkan sebagian masyarakat untuk transfusi, sehingga kesadaran masyarakat untuk mendonorkan darahnya sangat penting dalam menolong nyawa orang lain,” kata Yuspriati. (*/SVE)