Diversifikasi Pangan, Cari Alternatif Pengganti Nasi

Ilustrasi: unsplash.com

PONTIANAK, RUAI.TV – Banyak masyarakat yang mengandalkan nasi sebagai makanan pokok sehari-hari. Padahal beragam hasil pertanian selain nasi yang dapat dijadikan makanan pokok.

Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono menilai perlunya diversifikasi pangan dalam memenuhi asupan makanan seandainya suatu saat nanti beras sulit didapatkan atau harganya melambung tinggi.

Baca juga: Kampung Donor Darah di Kelurahan Saigon, Percontohan untuk Wilayah Lain

“Dengan diversifikasi pangan ini kita bisa mencari alternatif makanan lainnya sebagai pengganti, jadi tidak mesti makan nasi,” kata Edi, setelah membuka sosialisasi dan pelatihan diversifikasi pangan yang diikuti oleh 29 pengurus PKK kelurahan se-Kota Pontianak di Aula Rumah Jabatan Wakil Wali Kota, Selasa (30/03/2021).

Diperlukan inovasi dan kreativitas dalam menciptakan makanan sesuai standar kebutuhan tubuh dengan memanfaatkan bahan pangan lokal. Adanya sosialisasi dan pelatihan diversifikasi pangan ini, ia berharap para peserta mendapatkan pemahaman dan menambah wawasan terkait pentingnya diversifikasi pangan bagi keluarga.

Baca juga: Rusak, Satu-satunya Jembatan Penghubung Antar Dusun di Sei Beringin

“Karena kita ketahui pandemi Covid-19 mengharuskan kita untuk selalu bugar dan sehat sebagai upaya untuk meningkatkan imunitas tubuh,” ujar Edi.

Imunitas tubuh tidak hanya didapat dari vaksinasi. Tetapi juga dari nutrisi dan gizi makanan.
Bagi sebagian masyarakat ada yang belum memahami pentingnya gizi makanan. Makanan tidak hanya semata yang mengenyangkan saja, tetapi yang bisa memenuhi kebutuhan gizi.

Baca juga: 74 Calhaj Lansia Ketapang Ikuti Vaksinasi di RSUD Agoes Djam

Melalui sosialisasi dan pelatihan ini, peserta akan mengetahui makanan pengganti yang cocok dan sesuai dengan kebutuhan gizi.

“Ada makanan yang bisa dikombinasikan sehingga pemenuhan kebutuhan gizi bisa tercapai,” jelasnya.

Baca juga: 50 Calhaj Landak Terima Vaksin Dosis Pertama

Kepala Dinas Pangan, Pertanian dan Perikanan Kota Pontianak Bintoro menuturkan, program diversifikasi pangan, selain budidaya dan memanfaatkan pekarangan, juga dalam upaya meningkatkan konsumsi pangan non beras. Pemerintah kota mengalokasikan bantuan bagi nelayan dan petani yang gagal panen.

“Bantuan tersebut subsidi budidaya ikan lele dan nila. Kemudian juga dibantu alat untuk budidaya peralatan,” kata Bintoro.

Baca juga: VIDEO: Pernyataan Uskup Agung Pontianak Terkait Bom di Gereja Katedral Makassar

Selain itu, dinas ini juga memberikan bantuan bibit tanaman seperti sayuran, bantuan alat transportasi berupa kendaraan motor roda tiga.

“Kami juga mengupayakan bantuan dari pemerintah pusat melalui DAK maupun APBN,” ucap Bintoro. (*/SVE)