Program RUAI SMS, Selintas Kenangan Alm Sudiyanto

Program RUAI SMS, Selintas Kenangan Alm Sudiyanto
Alm Yosep Sudiyanto dalam sebuah kunjungan ke lokasi pertanian. Foto: courtesy Facebook Yosep Sudiyanto Usu Udit/ruai.tv

Oleh: Alim Pusponegoro | Wakil Pemimpin Redaksi RUAI TV

“Lim, seperti apa bah kegiatan ruaisms di lapangan tu? Biasa smsnya masuk ke hp saya. Hanya informasi tentang Melawi tidak ada sms masuk ya?” tanya Pak Yosep Sudiyanto.

Ketika itu, kami dalam perjalanan dengan Pastor Pit Apot menuju Rumah Betang Apang Aloy, tempat kegiatan melatih calon Citizen Journalist RUAI TV, awal 2015. Kala itu, Sudiyanto belumlah dalam posisi mengemban amanah sebagai Wakil Bupati Sintang.

Saya pun menjelaskan singkat tentang ruai_sms, ruai_cjtc, dan metode yang diterapkan dalam pelatihan. Flaftorm yang saat itu kami kembangkan merupakan strategi menjaring aspirasi masyarakat melalui layanan pesan singkat.

Baca juga: Sempat Unggah Foto di Medsos, Wabup Sintang Berpulang

Program RUAI SMS

Semua input dari masyarakat melalui program ruai sms itu memanfaatkan layanan telepon seluler, yang kemudian kami seleksi dan olah di server di kantor. Berikutnya, kami tayangkan dalam program warta citizen.

Mendengar penjelasan itu, Sudiyanto memberikan tanggapan yang psotitif. Saya mengingat, kira-kira ini yang beliau katakan waktu itu:

“Bagus, berarti masyarakat diajarkan dengan cara yang baik dalam mengkritik. Niat hati orang baik tapi cara sampaikan biasa keliru, akhirnya menimbulkan banyak persepsi yang salah juga. Nanti bapak bantu juga pelatihan yang lain.”

Baca juga: Sudiyanto, Meninggal Ketika Baru 6 Bulan Jadi Wakil Bupati

Itulah selintas kesan bersama alm Sudiyanto atas program-program yang pernah RUAI TV jalankan di tahun-tahun yang telah lewat.

Kontestasi Politik

Nama Sudiyanto kemudian muncul dalam kandidat kontestasi politik Bumi Senentang. Dalam Pilkada 2020, Sudiyanto mendampingi Pertahana Bupati Sintang, Jarot Winarno.

Saya berkesempatan meliput agenda lima tahunan tersebut. Di tengah kesibukan meliput, Sudiyanto memanggil saya.

“Lim, foto-foto jugalah kami yang tua ini,” pintanya.

Baca juga: Pelayat Hibur Maria Magdalena, Istri Alm Sudiyanto di Rumah Duka Jakarta

Setelah memoto pasangan calon lain yang berlaga dalam Pilkada itu, saya pun menjepret Sudiyanto dengan pose dia sedang menatap layar telepon genggam-nya.Sekali jepret, rupanya dia minta difoto kembali.

“Nanti Pak Jarot foto juga ya. Pak Jarot sebentar lagi,” ucapnya.

Sayangnya, dalam keseibukan agenda itu, terlalu banyak yang harus saya koordinasikan. Akhirnya, niat untuk memotret Sudiyanto dan Jarot ketika duduk di kursi sebelum naik ke podium, urung terlaksana.

Baca juga: Jenazah Wabup Sintang Sudiyanto Tiba di Bandara Supadio

Saya hanya bisa memotret mereka berdua, saat sudah tampil di panggung debat bersama pasangan calon lainnya.

Kini Yosep Sudiyanto telah dipanggil pulang oleh Sang Pecipta melalui sakitnya di RSCM Jakarta (18/9/2021). Peti matinya diterbangkan ke Kalimantan Barat, Minggu pagi, (19/9/2021), dilanjutkan dengan perjalanan darat menuju Sintang.

Pemakaman Katolik Teluk Menyurai, menjadi tempat pembaringan jenazahnya. (*)