LANDAK, RUAI.TV – Kondisi jaringan listrik di Desa Keramas, Kecamatan Mandor, Kabupaten Landak, Kalimantan Barat, menjadi perhatian warga. Di wilayah tersebut, tiang listrik milik perusahaan negara (BUMN) dilaporkan menggunakan material kayu alami sepanjang jalur distribusi menuju permukiman.
Jaringan listrik itu bersumber dari tiang besi yang berada di sisi lapangan bola desa. Aliran listrik kemudian menjangkau pusat Dusun Keramas dengan jarak sekitar tiga kilometer. Sepanjang bentangan tersebut, warga menyebut sebagian besar penopang kabel masih berupa kayu, berbeda dengan tiang listrik pada umumnya yang menggunakan material besi atau beton.
“Sekitar tiga kilometer tiang listrik pakai kayu. Biasanya perusahaan negara pakai besi, tapi di sini masih kayu,” ujar seorang warga berinisial V, Sabtu (23/5), kepada ruai.tv.

Pantauan di lapangan menunjukkan, pada beberapa titik, tiang kayu diselingi penopang berbahan semen berukuran kecil. Kabel listrik terlihat melintas di area hutan dan kebun milik warga, bahkan sebagian di antaranya bergantung pada batang pohon, termasuk tanaman karet dan kelapa sawit.

Warga menyebut kondisi tersebut berpotensi menimbulkan gangguan pada jaringan listrik. Tiang berbahan kayu dinilai rentan mengalami pelapukan, sementara kabel yang melintas di pepohonan berisiko terdampak ketika terjadi cuaca buruk atau pohon tumbang.
Selain itu, posisi kabel yang berada di sekitar lahan perkebunan warga juga disebut dapat meningkatkan risiko gangguan kelistrikan. Masyarakat setempat berharap pihak PT PLN (Persero) dapat menganti tiang dari kayu menjadi besi atau beton.















Leave a Reply