Arsip

SMAN 1 Sambas Tegaskan Sikap, Tolak Final Ulang dan Bantah Tuduhan Curang

Kelompok kontingen dari SMA Negeri 1 Sambas saat mengikuti LCC 4 Pilar MPR RI. (Foto/ruai.tv)
Advertisement

SAMBAS, RUAI.TV – SMAN 1 Sambas menyampaikan pernyataan sikap resmi terkait polemik Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar MPR RI 2026 pada Jumat, 15 Mei 2026.

Kepala sekolah Syafaruddin bersama dewan guru, staf tata usaha, peserta lomba, serta orangtua murid menegaskan komitmen menjaga marwah pendidikan sekaligus kesehatan mental murid dalam suasana yang sehat dan bermartabat.

Dalam pernyataan tersebut, pihak sekolah menegaskan penghormatan terhadap setiap keputusan resmi yang lahir dari mekanisme penyelenggaraan lomba.

Sekolah juga menyatakan keyakinan bahwa peserta dari SMAN 1 Sambas telah mengikuti seluruh tahapan kompetisi sesuai tata tertib yang telah ditetapkan panitia dan disepakati peserta.

“Kami menghormati setiap keputusan resmi dan meyakini peserta kami telah berkompetisi sesuai aturan yang berlaku,” ujar Syafaruddin dalam pernyataan tertulis.

Pihak sekolah turut mengapresiasi upaya MPR RI sebagai penyelenggara dalam merespons polemik yang muncul. Namun, sekolah menyayangkan sikap penyelenggara yang dinilai belum maksimal dalam meluruskan informasi, sehingga memicu tekanan terhadap SMAN 1 Sambas.

“Kami mengapresiasi langkah penyelenggara, namun kami menyayangkan kurangnya klarifikasi sehingga sekolah kami terus terpojok,” tegasnya.

SMAN 1 Sambas juga mengecam keras berbagai opini, narasi, hingga tuduhan yang berkembang di media sosial. Serangan tersebut tidak hanya menyasar institusi, tetapi juga dewan guru, staf, murid, hingga alumni, yang berdampak pada tekanan psikologis dan memperkeruh suasana.

“Kami mengecam segala bentuk tuduhan dan serangan di media sosial yang mencemarkan nama baik sekolah serta menimbulkan tekanan psikis bagi murid dan seluruh pihak,” lanjut Syafaruddin.

Sekolah secara tegas membantah seluruh tuduhan kecurangan, penyuapan, nepotisme, maupun dugaan pengaturan kemenangan yang diarahkan kepada SMAN 1 Sambas. Dalam sikap yang sama, sekolah juga menyatakan penolakan terhadap rencana pelaksanaan final ulang tingkat Provinsi Kalimantan Barat.

Lebih lanjut, SMAN 1 Sambas mendesak penyelenggara untuk segera memulihkan nama baik sekolah serta memberikan jaminan keamanan terhadap kondisi psikologis murid sebelum melangkah ke tingkat nasional.

“Kami mendesak pemulihan nama baik sekolah dan jaminan keamanan psikis murid sebelum mewakili Kalimantan Barat di tingkat nasional,” tegasnya lagi.

Di akhir pernyataan, pihak sekolah mengajak seluruh pihak untuk menahan diri dan menghormati proses yang tengah berlangsung, serta mengedepankan penyelesaian secara bijaksana, objektif, dan berkeadilan.

Pernyataan sikap ini menjadi penegasan komitmen SMAN 1 Sambas dalam menjaga lingkungan pendidikan yang sehat, kondusif, dan bermartabat di tengah polemik yang berkembang.

Lihat Juga: