LANDAK, RUAI.TV – Banjir merendam wilayah Dusun Setabar dan Dusun Bebatung, Desa Bebatung, Kecamatan Mandor, Kabupaten Landak, pada Jumat (15/5/2026).
Hujan deras yang turun selama kurang lebih empat jam, sejak pukul 16.00 hingga 19.00 WIB, menyebabkan air meluap hingga ke jalan raya dan permukiman warga.
Ketinggian air dilaporkan mencapai sekitar satu meter di ruas Jalan Raya Setabar. Kondisi ini membuat arus lalu lintas terganggu dan sejumlah kendaraan tidak dapat melintas. Beberapa sepeda motor bahkan dilaporkan mogok saat mencoba menerobos genangan air.
Sumito, salah satu warga, menyampaikan bahwa air mulai naik ke badan jalan setelah hujan turun dengan intensitas tinggi dalam waktu yang cukup lama. “Air naik sampai ke jalan raya Setabar, ini memang akibat hujan deras yang berlangsung lama,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Maja Duri yang menegaskan bahwa banjir kali ini murni disebabkan oleh curah hujan tinggi. “Banjir ini bukan karena faktor lain, tetapi memang karena hujan turun begitu lama hingga air masuk ke rumah-rumah warga,” katanya.
Seorang warga lainnya, Ius Barayuk, mengatakan dirinya bersama warga lain turut membantu mengamankan kendaraan di lokasi banjir.
“Kami ikut menjaga kendaraan di jalan raya, karena banyak yang terhalang banjir hingga ketinggian satu meter,” ungkapnya.
Ia juga menyebutkan bahwa kendaraan dari arah hilir maupun mudik terpaksa tertahan karena kondisi tersebut. Temenggung Binua Tangkuning, Lansam Pardik, turut berada di lokasi untuk membantu pengamanan. Ia menyebut bahwa wilayah Setabar memang dikenal rawan banjir.
“Banjir seperti ini sudah sering terjadi, tetapi kali ini cukup tinggi hingga mencapai satu meter di jalan raya dan merendam banyak rumah warga,” jelasnya.
Meski banjir merendam permukiman, tidak dilaporkan adanya korban jiwa maupun kerugian pada ternak. Warga juga masih bersiaga meskipun hujan telah reda, mengantisipasi kemungkinan hujan susulan yang dapat kembali meningkatkan debit air.















Leave a Reply